Bank Sentral China (PBOC) kembali menambah pundi-pundi emasnya. Pada Juli 2026, otoritas moneter negeri Tiongkok itu membeli hampir 20 ton emas, menandai pembelian bulanan terbesar sejak Oktober 2023.
Berdasarkan laporan Anadolu Agency, Minggu (9/8/2026), PBOC memperpanjang tren pembelian emasnya menjadi 21 bulan beruntun. Kepemilikan emas PBOC meningkat sebesar 640.000 ons menjadi 76,08 juta ons pada akhir Juli, dibandingkan 75,44 juta ons pada bulan sebelumnya. Setara dengan sekitar 19,9 ton metrik, pembelian bulan tersebut melampaui penambahan Juni yang mencapai 15 ton.
Dengan tambahan ini, total cadangan emas resmi China kini mencapai sekitar 2.366 ton metrik. Langkah ini menegaskan komitmen Beijing untuk terus memperkuat cadangan emasnya di tengah ketidakpastian geopolitik global.
China, bersama bank sentral lainnya, memang gencar meningkatkan eksposur terhadap emas dalam beberapa tahun terakhir. Upaya ini tidak lepas dari keinginan untuk mendiversifikasi aset cadangan dan mengurangi ketergantungan pada mata uang asing.
Harga emas sendiri masih berada di level tinggi, meski sempat turun dari rekor tertingginya awal tahun. Dalam beberapa pekan terakhir, harga emas batangan bertengger di atas USD4.000 per ons.
Selain menambah cadangan, China juga berupaya memperkuat peran Hong Kong sebagai pusat perdagangan dan penyimpanan emas internasional. Secara bertahap, pasar emas batangan domestik juga terus diperluas.
Artikel Terkait
Indonesia-China Perluas Kerja Sama Pertahanan, Pabrik Rudal Segera Dibangun
Bareskrim Bongkar Praktik Pengantin Pesanan ke China, Korban Dijanjikan Rp 10 Juta per Bulan
Tingkat Pengangguran Anak Muda China Melonjak ke 17,9 Persen, Terberat dalam Sejarah
Saham Unitree Robotics Melonjak 600 Persen Usai IPO di Shanghai