PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) terus mempercepat penyelesaian sejumlah ruas jalan tol yang terintegrasi dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam audiensi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Keraton Yogyakarta, manajemen Jasa Marga melaporkan perkembangan terbaru proyek strategis tersebut.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer telah mencapai progres konstruksi 98,68 persen. Ruas ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026.
"Alhamdulillah kami diterima Gubernur DIY untuk melaporkan progres pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Jogja-Bawen," ujar Rivan dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (9/8/2026).
Selain perkembangan Tol Jogja-Bawen, Jasa Marga juga melaporkan pembangunan Tol Jogja-Solo, termasuk rencana percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani menuju wilayah selatan DIY. Rivan menegaskan bahwa pembangunan jaringan jalan tol di wilayah tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Progres Tol Jogja-Solo
Sementara itu, pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer telah mencapai progres fisik 92,54 persen berdasarkan data per 24 Juni 2026. Capaian tersebut berada di atas target dengan deviasi positif 0,20 persen.
Jasa Marga juga mencatat kesiapan lahan untuk Akses Bokoharjo telah mencapai 99,38 persen per 1 Juli 2026. Proyek tersebut telah menyelesaikan seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA) sehingga dinilai siap memasuki tahap pelaksanaan konstruksi secara masif.
Akses Bokoharjo nantinya terhubung dengan Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) 2 serta rute alternatif Prambanan-Gading. Jalur tersebut diharapkan menjadi alternatif distribusi lalu lintas menuju wilayah selatan DIY.
Jasa Marga menargetkan Akses Bokoharjo dapat dipersiapkan untuk beroperasi secara fungsional guna mendukung kelancaran arus Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027. Selain mendukung mobilitas, akses tersebut diproyeksikan mempermudah wisatawan menuju sejumlah destinasi, seperti Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, dan Tebing Breksi.
Jasa Marga menilai peningkatan konektivitas tersebut dapat membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata, UMKM, dan investasi di wilayah DIY dan sekitarnya.
Artikel Terkait
Jasa Marga Perpanjang Akses Tol Purwomartani–Bokoharjo untuk Perkuat Konektivitas ke Gunungkidul
Mobil Listrik Terbakar di Gerbang Tol Cikampek Utama, Lalin Ramai Lancar
Jasa Marga Tutup Sementara GT Tomang Akhir Pekan untuk Rekonstruksi Jalan
Perbaikan Jalan Tol Sedyatmo dan Dalam Kota Mulai Sabtu Malam, Pengguna Diimbau Atur Perjalanan