Harga Emas Dunia Berpotensi Tembus USD5.000 pada Kuartal III-2026

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Harga Emas Dunia Berpotensi Tembus USD5.000 pada Kuartal III-2026

Harga emas dunia diproyeksikan masih memiliki ruang untuk menguat di tengah perkembangan geopolitik global dan potensi pergeseran alokasi investasi ke aset safe haven. Bahkan, pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas dunia dapat menembus level USD5.000 per troy ounce pada kuartal III-2026.

Menurut Ibrahim, perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait pengendalian Selat Hormuz, menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas dunia. "Kalau kita lihat kalau level USD5.000 per troy ounce tercapai di kuartal ketiga, kemungkinan besar untuk logam mulia pun juga akan di atas Rp3 juta," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (9/8/2026).

Potensi kenaikan tersebut juga didukung oleh kemungkinan penurunan harga minyak mentah. Kondisi ini dinilai dapat mendorong investor global mengalihkan dana dari instrumen berbasis dolar AS dan minyak mentah menuju emas sebagai aset safe haven. Jika harga minyak terus turun hingga berada di bawah USD60 per barel, tekanan inflasi di Amerika Serikat (AS) berpotensi ikut mereda.

"Investor secara global akan mengalihkan dananya dari dolar kemudian dari minyak mentah ke emas sebagai safe haven," katanya.

Dalam sepekan ke depan, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia akan bergerak pada kisaran USD4.151 per troy ounce sebagai support dan USD4.493 per troy ounce sebagai resistance. Sementara untuk perdagangan Senin (10/8/2026), emas dunia diperkirakan memiliki support di level USD4.279 per troy ounce dan resistance USD4.405 per troy ounce. "Jadi ada kemungkinan besar harga emas dunia menguat," ujarnya.

Potensi penguatan harga emas dunia turut membuka peluang kenaikan harga logam mulia di pasar domestik. Ibrahim menyebut harga logam mulia sebelumnya ditutup di level Rp2,69 juta per gram. Dalam sepekan, harga logam mulia diperkirakan bergerak pada kisaran Rp2,55 juta hingga Rp2,82 juta per gram. Ibrahim melihat peluang harga bergerak menuju level resistance Rp2,82 juta per gram. Untuk perdagangan Senin, harga logam mulia diperkirakan memiliki support di Rp2,67 juta per gram dan resistance Rp2,71 juta per gram.

Meski demikian, penguatan rupiah berpotensi membatasi kenaikan harga logam mulia di dalam negeri. Sebab, ketika rupiah menguat terhadap dolar AS, kenaikan harga emas dalam denominasi dolar tidak sepenuhnya diterjemahkan menjadi kenaikan harga emas domestik. "Walaupun rupiah juga menguat, tetapi penguatan mata uang rupiah membuat kenaikan harga logam mulia sedikit terbatas," pungkas Ibrahim.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags