Studi: Anak-Anak Jadi 30 Persen Korban Tewas di Gaza, Tertinggi Sepanjang Konflik Modern

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:40 WIB
Studi: Anak-Anak Jadi 30 Persen Korban Tewas di Gaza, Tertinggi Sepanjang Konflik Modern

Sebuah grafik yang dirilis baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan: dalam konflik Gaza 2023-2026, anak-anak menyumbang 30 persen dari total kematian yang dilaporkan. Angka ini melampaui proporsi korban anak dalam Holocaust, yang tercatat sekitar 25 persen, menjadikan Gaza sebagai konflik dengan persentase kematian anak tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah.

Data tersebut dihimpun dari berbagai sumber, termasuk UNICEF, laporan situasi kemanusiaan Palestina, Museum Peringatan Holocaust Amerika Serikat, serta misi pemantauan hak asasi manusia PBB di Ukraina. Grafik ini menyoroti perbandingan lintas konflik, mulai dari Bosnia hingga Afghanistan, untuk menunjukkan betapa tingginya angka kematian anak di Gaza.

Perbandingan dengan Konflik Lain

Dalam konflik Bosnia, anak-anak hanya mewakili 7 persen dari kematian, sementara di Afghanistan angkanya 10 persen. Irak mencatat 6 persen, dan Ukraina hanya 3 persen. Angka-angka ini kontras tajam dengan situasi di Gaza, di mana hampir sepertiga korban tewas adalah anak-anak.

Para ahli menyebut tingginya proporsi ini menunjukkan dampak yang tidak proporsional terhadap populasi rentan, serta mengindikasikan pola serangan yang mungkin tidak membedakan antara kombatan dan warga sipil, termasuk anak-anak.

Data untuk Gaza dihitung dari laporan kematian anak dan total kematian yang terdokumentasi oleh organisasi kemanusiaan dan lembaga pemerintah. Sementara itu, angka Holocaust diambil dari catatan sejarah yang menunjukkan sekitar 1,5 juta anak tewas dari total enam juta korban.

Meski data untuk beberapa konflik mungkin tidak lengkap karena kesulitan verifikasi di lapangan, tren ini tetap memberikan gambaran yang jelas: anak-anak di Gaza menanggung beban terberat dari konflik bersenjata modern.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags