Pasangan suami istri asal Prigen, Pasuruan, Ari Hidayat (47) dan Denik Rohana (31), selamat dari kobaran api yang melalap KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Keduanya tengah dalam perjalanan laut menuju Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengantar tujuh ekor kuda yang dimuat di mobil L300. Mereka juga ditemani dua rekannya, Trala (40) dan Ferdi (20).
Denik menuturkan, ia baru menyadari adanya kebakaran saat terbangun sekitar pukul 06.00 WIB. Kepulan asap terlihat dari bagian bawah kapal. “Awal kejadian itu, saya bangun tidur, ternyata sudah ada asap di bawah,” katanya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8). Ia pun segera menyusul suaminya yang sedang memberi makan kuda-kuda di area dek kendaraan.
“Terus saya lihat ini asap semakin besar kan. Terus suami saya, saya suruh cek, 'coba dilihat barangkali ada kebakaran atau apa di bawah.' Dicek ternyata sudah terbakar satu mobil,” ucapnya. Titik api diduga berasal dari sebuah truk di area parkir kendaraan.
Sementara itu, Ari menuturkan, para penumpang panik saat kobaran api terus membesar. Seluruh penumpang diarahkan ke bagian depan kapal. “Ya kita kan disuruh ke atas. Ke atas, akhirnya keduanya disuruh ke bawah (area terbuka bagian depan). Kan udah panas, udah merah-merah semua,” kata Ari. Saat itu, para penumpang sudah mengenakan pelampung keselamatan. Ari mengaku tidak mendengar sirine peringatan kebakaran; hanya teriakan kru kapal yang meminta penumpang menyelamatkan diri. “Alarm nggak ada, tapi kalau peringatan ABK ada. Ya 'kebakaran, kebakaran',” ucapnya.
Di tengah kepanikan, Ari sempat menghubungi keluarga melalui ponselnya. Sekitar pukul 14.00 WIB, kobaran api semakin parah. Akhirnya, mereka diperintah untuk segera melompat ke laut dari atas kapal. “Loncat semua. Termasuk sama istri juga,” ujarnya. Ari dan Denik terombang-ambing di tengah lautan lebih dari satu jam sebelum kapal bantuan evakuasi datang menyelamatkan mereka dan penumpang lain. “Saya dan istri terombang-ambing di laut, selama satu jam kira-kira. Ya untungnya ada kapal tanker itu,” kata dia.
Momen menegangkan tak berhenti di situ. Ari mengaku menyaksikan ada penumpang yang meninggal dunia karena kelelahan saat memanjat ke kapal evakuasi. “Kan kebanyakan yang meninggal kemarin mau naik kapal tanker itu nggak kuat,” ucapnya.
Ari dan istrinya akhirnya tiba di posko Pelabuhan Tanjung Perak pada Senin (3/8) dini hari. Dua rekannya hingga kini belum ditemukan. Selain itu, tujuh ekor kuda yang hendak dikirim ke pembeli di Makassar tidak bisa diselamatkan. Ari menjelaskan, kuda-kuda tersebut sudah menjadi milik pembeli dan ia hanya bertugas mengantarkannya. Akibat musibah ini, ia harus menanggung kerugian. “Ya rugi, yang jelas rugi. Apalagi mobilnya juga habis. Kerugian Rp 300 juta. Mobil sama 7 kuda,” ujarnya.
Saat ini, Ari masih menunggu kepastian kabar kedua rekannya yang belum diketahui keberadaannya. “Ya untuk sementara ini kan kita kepengin tahu di mana kan teman itu. Kalau masalah yang lainnya kan saya ngikut yang lainnya gitu aja,” katanya.
Artikel Terkait
DVI Polda Jatim Identifikasi Lima Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2
Lima Jenazah Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Teridentifikasi
Kapal Terbakar di Perairan Sumenep, Kru Berenang Tiga Jam Sebelum Dievakuasi TNI AL
TNI AL Kerahkan KRI dan Pesawat untuk Evakuasi Korban Kebakaran Kapal di Sumenep