Mitsubishi Motors memperkenalkan pendekatan baru di kelas SUV kompak melalui New Xforce HEV, kendaraan hybrid yang mampu memilih sumber tenaga paling efisien secara otomatis sesuai kondisi berkendara. Konsumsi bahan bakarnya diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian, sebagaimana dibuktikan oleh pembalap nasional Rifat Sungkar.
Keunggulan utama Xforce HEV terletak pada teknologi full hybrid yang memungkinkan mobil berjalan menggunakan motor listrik, mesin bensin, atau kombinasi keduanya. Seluruh perpindahan mode berlangsung otomatis tanpa perlu diatur pengemudi. Sistem ini dikembangkan berdasarkan pengalaman Mitsubishi dalam mengembangkan kendaraan elektrifikasi, termasuk teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang telah digunakan pada Outlander PHEV.
Empat Mode Penggerak Sistem Hybrid
EV Priority Mode digunakan saat kecepatan rendah seperti di area perumahan, kemacetan, atau parkir. Dalam mode ini, roda digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik tanpa mesin bensin bekerja. Hasil pengujian Rifat Sungkar menunjukkan kecepatan hingga 121 km/jam dapat diraih untuk jarak tertentu, dengan kabin lebih senyap serta tanpa konsumsi bahan bakar maupun emisi.
Serial Mode aktif ketika baterai membutuhkan pengisian atau tenaga lebih besar diperlukan. Mesin bensin hanya bertugas memutar generator untuk menghasilkan listrik tanpa langsung menggerakkan roda. Sementara itu, Parallel Hybrid Mode digunakan saat melaju pada kecepatan tinggi dan stabil atau saat menghadapi tanjakan dan turunan. Mesin bensin terhubung langsung ke roda sebagai sumber tenaga utama, dengan motor listrik membantu saat diperlukan.
Charge Mode menjadi fitur pembeda Xforce HEV dari hybrid lainnya. Mesin bensin menyala khusus untuk mengisi daya baterai tanpa memerlukan sumber pengisian dari luar kendaraan.
Transisi Mode Otomatis dan Manfaat Efisiensi
Pengemudi tidak perlu memilih mode berkendara secara manual karena komputer kendaraan terus memantau kecepatan, posisi pedal gas, kondisi baterai, beban kendaraan, serta situasi jalan. Dalam hitungan milidetik, sistem menentukan penggunaan EV Mode, Serial Mode, atau Parallel Hybrid Mode dengan perpindahan yang berlangsung halus sehingga hampir tidak disadari.
Saat mengurangi kecepatan atau menginjak rem, motor listrik berubah fungsi menjadi generator yang mengubah energi pengereman menjadi listrik untuk mengisi baterai. Sistem ini membawa keuntungan berupa peningkatan efisiensi bahan bakar, pengisian baterai tanpa colokan eksternal, serta kampas rem yang lebih awet karena sebagian perlambatan dibantu motor listrik.
Artikel Terkait
Mitsubishi Umumkan 13 Model Baru hingga 2031 dan Perkenalkan Xforce HEV di GIIAS 2026
Mitsubishi Xforce HEV Diklaim Mampu Tempuh 1.000 Km Sekali Isi Bensin