PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memanfaatkan ajang GIIAS 2026 untuk memaparkan visi jangka menengah hingga panjang perusahaan. Dalam kesempatan itu, pabrikan asal Jepang tersebut juga memperkenalkan kendaraan hibrida pertamanya untuk pasar Indonesia, Mitsubishi Xforce HEV.
Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, mengungkapkan bahwa strategi Mitsubishi Motors Corporation (MMC) difokuskan pada peningkatan kepuasan pelanggan dan nilai perusahaan melalui produk yang khas serta penguatan merek. Sebagai bagian dari rencana tersebut, MMC menargetkan peluncuran 13 model baru secara global hingga tahun 2031.
"Sebagai bagian dari strategi tersebut, Mitsubishi Motors Corporation berencana memperkenalkan 13 model baru secara global hingga tahun 2031," ujar Kurita saat pembukaan pameran di ICE BSD, Tangerang, Kamis (30/7).
Kurita menegaskan bahwa visi ini merupakan wujud komitmen merek berlian tiga untuk terus menghadirkan produk yang mencerminkan karakter khas Mitsubishi Motors. Ia juga menyebut pentingnya peran Indonesia dalam rencana ekspansi MMC, terutama sebagai basis produksi untuk kawasan ASEAN.
"Dalam perjalanan tersebut, Indonesia memiliki peran yang sangat penting. Berbagai model untuk kawasan ASEAN diproduksi di fasilitas PT MMKI dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan Mitsubishi Motors di seluruh kawasan ASEAN," imbuhnya.
Debut Xforce HEV di GIIAS 2026
Pada kesempatan yang sama, MMKSI untuk pertama kalinya memamerkan Mitsubishi Xforce HEV (Hybrid Electric Vehicle) kepada publik. Model ini dihadirkan sebagai pilihan kendaraan elektrifikasi yang lebih terjangkau dari lini Mitsubishi.
"Kami dengan bangga memperkenalkan new Xforce HEV, kendaraan hybrid electric vehicle pertama Mitsubishi Motors untuk pasar Indonesia. Dengan lini produk yang kini semakin lengkap, kami dapat menjawab beragam kebutuhan mobilitas pelanggan," kata Kurita.
Xforce HEV dirancang untuk memberikan keseimbangan optimal antara performa berkendara yang dinamis dan efisiensi bahan bakar. Meski demikian, Mitsubishi tetap menyediakan varian dengan mesin konvensional.
Varian hibrida ini mengusung mesin 1.600 cc siklus Atkinson yang mampu menghasilkan tenaga 105,5 dk dan torsi 134 Nm. Tenaga tersebut dipadukan dengan motor listrik yang menghasilkan 114,4 dk dan torsi 255 Nm. Sementara itu, varian ICE (Internal Combustion Engine) mengandalkan mesin 1.500 cc MIVEC dengan tenaga 103,4 dk dan torsi 134 Nm.
Perbedaan juga terletak pada sistem transmisi. Varian hybrid menggunakan transaxle 2-speed Shift by Wire, sedangkan varian ICE memakai CVT. Kapasitas tangki bahan bakar keduanya sama, yakni 42 liter, namun varian hybrid dilengkapi baterai tambahan berkapasitas 1,1 kWh. Pabrikan mengklaim Xforce HEV mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian bensin.
Soal harga, Xforce HEV diposisikan sebagai varian tertinggi. Untuk periode hingga 28 Juli 2026, banderolnya dibanderol mulai Rp 445 juta. Sementara itu, varian Exceed ICE dijual dengan harga Rp 388 juta, dan Ultimate ICE Rp 399 juta.
Artikel Terkait
Xpeng Pamerkan Ekosistem AI di GIIAS 2026, dari Robot hingga Mobil Terbang
BYD Hadirkan Booth Ramah Keluarga di GIIAS 2026, Mobil Minions Curi Perhatian
GIIAS 2026 Resmi Dibuka, Gaikindo Targetkan Dorong Pertumbuhan Industri Otomotif Nasional
Menperin Optimistis Penjualan Mobil Nasional Tembus 850 Ribu Unit pada 2026