Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Joko Widodo, menyatakan keyakinannya bahwa partainya akan lolos ke Senayan pada Pemilu 2029. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/8/2026).
"Kalau Senayan itu saya enggak sombong, tapi kita punya hitung-hitungan, kita punya kalkulasi, dan pasti masuk!" ujar Jokowi di hadapan kader PSI.
Keyakinan itu bukan tanpa dasar. Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan elektabilitas PSI mencapai 4,1 persen, sedikit di atas ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.
Namun, Jokowi tidak berhenti pada target lolos parlemen. Ia mengisyaratkan adanya ambisi yang lebih besar, meski belum diungkapkan secara gamblang. "Kita bukan hanya target masuk Senayan. Ada target besar yang ingin kita capai. Tapi enggak usah saya sampaikan di sini," katanya.
Target Besar di 2029
Langkah Jokowi bersama PSI patut dibaca sebagai persiapan menuju kontestasi nasional 2029. Beberapa sinyal mengarah pada upaya memperluas pengaruh partai hingga ke tingkat daerah dan kursi presiden.
Pertama, ambisi memiliki gubernur dari kader PSI di setiap provinsi. Isyarat ini kerap disampaikan putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSI.
Kedua, dengan dihapuskannya presidential threshold 20 persen, peluang mendorong Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, menjadi calon presiden 2029 terbuka lebar. Setidaknya, Gibran bisa kembali maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Khofifah Indar Parawansa.
Artinya, PSI mengincar dua lini kekuasaan eksekutif sekaligus: pusat dan daerah, presiden dan gubernur. Dalam sistem presidensialisme, keduanya merupakan satu kesatuan kekuasaan eksekutif. Dengan kata lain, Jokowi ingin memperluas pengaruh PSI hingga ke seluruh Indonesia.
Prediksi ini tentu masih perlu dibuktikan. Namun, arah politik yang diambil Jokowi dan PSI mulai terlihat jelas.
Artikel Terkait
Jokowi Ingatkan Kader PSI untuk Aktif Bantu Warga dan Selesaikan Persoalan Berjenjang
PTUN Jakarta Menolak Banding UGM, Ijazah Jokowi Wajib Dibuka ke Publik
Warga Kupang Meriahkan CFD, Teriakan Terima Kasih Mengiringi Jokowi
PTUN Tolak Banding UGM, Salinan Ijazah dan Transkrip Nilai Jokowi Tetap Informasi Terbuka