Puluhan ribu migran menyeberang dari Maroko ke Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan ini memicu krisis baru bagi pemerintah Spanyol yang harus menangani kedatangan massal di tengah kapasitas kota yang terbatas.
Peristiwa serupa pernah terjadi pada 2021, ketika lebih dari 10 ribu migran memasuki Ceuta dalam dua hari setelah Maroko melonggarkan pengawasan perbatasan. Saat itu, ketegangan diplomatik memuncak karena Madrid menerima pemimpin Front Polisario kelompok yang memperjuangkan kemerdekaan Sahara Barat untuk menjalani perawatan medis. Ketegangan mereda pada 2022 setelah Spanyol mengubah kebijakan dan mendukung rencana Maroko terkait Sahara Barat, langkah yang sempat merenggangkan hubungan dengan Aljazair.
Ceuta dan Melilla adalah dua enklave Spanyol di Afrika Utara yang menjadi satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan Benua Afrika. Gelombang migrasi di kawasan ini telah lama menjadi tantangan utama bagi kebijakan migrasi Eropa.
Menurut sumber kepolisian Spanyol, sekitar 40 ribu orang telah memasuki Ceuta yang hanya berpenduduk sekitar 80 ribu jiwa. Ribuan di antaranya menyeberang pada Kamis malam hingga Jumat dini hari. Saksi mata melaporkan ratusan pria, perempuan, dan anak-anak berenang mengitari pagar pembatas, menggunakan pelampung sederhana sebelum membuangnya begitu tiba di daratan Spanyol.
Sejauh ini, sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas dalam upaya mencapai wilayah tersebut. Pemerintah Spanyol telah mengerahkan pasukan tambahan untuk memperkuat pengamanan di Ceuta. Perdana Menteri Pedro Sanchez bersama Menteri Dalam Negeri dijadwalkan mengunjungi pos perbatasan Tarajal untuk memantau langsung kondisi di lapangan.
Hingga kini, penyebab lonjakan migran dari Maroko belum diketahui secara pasti.
Artikel Terkait
Ledakan Migran di Ceuta: Disinformasi Mafia Disebut Jadi Pemicu
Trump Manfaatkan Krisis Migran Ceuta untuk Serangan Politik ke Demokrat
Lebih dari 48.000 Migran Kembali ke Maroko dari Ceuta
Ribuan Migran Ilegal Menyerbu Ceuta, Kota Otonom Spanyol di Afrika Utara