Menekraf: Industri Kecantikan Kini Jadi Pilar Ekonomi Kreatif

- Jumat, 31 Juli 2026 | 18:35 WIB
Menekraf: Industri Kecantikan Kini Jadi Pilar Ekonomi Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa industri kecantikan telah bertransformasi menjadi sektor strategis dalam ekonomi kreatif Indonesia. Menurutnya, sektor ini tidak lagi sekadar menjual produk kosmetik, melainkan telah membangun ekosistem yang menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan memberikan dampak ekonomi yang luas.

Pernyataan itu disampaikan Teuku Riefky saat melakukan kunjungan kerja ke pusat unit bisnis J99 Corp di Malang, Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia meresmikan PT Kosmetika Cantik Indonesia (KCI) sebagai Creative Beauty Ecosystem Center.

Teuku Riefky menekankan bahwa pengembangan industri kreatif tidak cukup hanya mengandalkan produk berkualitas. Pelaku usaha juga perlu membangun ekosistem yang menghubungkan proses produksi, inovasi, pemasaran, hingga distribusi agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.

"Apa yang dilakukan bukan hanya menjadi kebanggaan perusahaan, tetapi juga menjadi kebanggaan bangsa. Yang dibangun bukan hanya bisnis untuk kepentingan sendiri, melainkan sebuah ekosistem yang memberikan manfaat dan dampak ekonomi bagi begitu banyak orang," ujar Teuku Riefky.

"Ini adalah contoh nyata bagaimana industri kecantikan berkembang menjadi bagian penting ekonomi kreatif nasional," tambahnya.

Pemerintah, lanjut dia, terus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha kreatif yang mampu membangun ekosistem bisnis berkelanjutan. Model seperti itu dinilai akan memperkuat daya saing industri nasional sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam kunjungan itu, Menekraf juga meninjau pemanfaatan teknologi digital di industri kecantikan. Ia melihat langsung teknologi analisis jenis kulit berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pusat produksi konten digital, hingga studio livestream yang digunakan untuk mendukung pemasaran produk.

Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi contoh bagaimana transformasi digital mengubah wajah industri kecantikan. Pelaku usaha dituntut tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.

Di akhir kunjungan, Teuku Riefky menegaskan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendampingi pelaku industri agar mampu meningkatkan daya saing hingga menembus pasar internasional. "Indonesia membutuhkan lebih banyak pelaku usaha yang mampu membangun ekosistem yang berdampak bagi masyarakat. Kami siap mendampingi agar semakin banyak produk Indonesia yang mampu bersaing di pasar global," katanya.

Sementara itu, Founder J99 Corp dan MS GLOW, Shandy Purnamasari, menyambut baik dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri kreatif, khususnya sektor kecantikan. Menurutnya, perusahaan berupaya membangun ekosistem yang mengintegrasikan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas sektor agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

"Kami merasa terhormat atas kunjungan dan peresmian langsung oleh Bapak Menteri Teuku Riefky Harsya. Creative Beauty Ecosystem Center adalah wadah kami untuk menyatukan teknologi, kreativitas pascaproduksi, dan inklusivitas," ujar Shandy.

Kementerian Ekonomi Kreatif memandang kolaborasi antara inovasi, teknologi, dan penguatan ekosistem industri sebagai langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan dukungan tersebut, industri kecantikan Indonesia diharapkan tidak hanya tumbuh di pasar domestik, tetapi juga semakin kompetitif di tingkat global sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif nasional.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags