Foto dua tentara wanita Israel berpose di samping seorang pemuda Palestina yang ditutup matanya dan tangan terikat viral di media sosial, memicu kecaman luas dari berbagai penjuru dunia. Gambar tersebut diunggah di Instagram oleh tentara Israel Nikol Stelmashvski sebagai bagian dari rangkaian 20 foto yang mendokumentasikan masa tugasnya di Gaza.
Dalam foto itu, dua tentara wanita tersenyum di samping pemuda Palestina yang duduk di tanah dengan kepala tertunduk, mata tertutup kain, dan tangan terikat. Unggahan tersebut disertai takarir berbahasa Ibrani yang merayakan berakhirnya masa dinas militer mereka: "Dua tahun delapan (bulan), empat perang… Ribuan kenangan, sejuta satu pengalaman. Dan tibalah akhir dari babak hidupku yang tidak akan pernah kulupakan."
Akun Instagram Stelmashvski, @nikol.stel, segera dikunci setelah foto itu memicu kemarahan publik. Insiden ini merupakan yang terbaru dari pola terdokumentasi di mana tentara Israel secara terbuka membagikan bukti penghinaan atau penyalahgunaan terhadap tahanan Palestina.
Pelanggaran Hukum Internasional
Kelompok hak asasi manusia menegaskan bahwa tindakan mempublikasikan foto atau video tahanan dalam kondisi yang mempermalukan atau merendahkan martabat dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang di bawah hukum humaniter internasional. Hukum internasional melarang perlakuan merendahkan terhadap tahanan.
Berbagai video dan foto serupa yang diunggah oleh tentara Israel secara konsisten menunjukkan tahanan Palestina ditelanjangi, ditutup matanya, dipaksa dalam posisi stres, atau dijadikan bahan ejekan untuk konten media sosial. Dampaknya tidak hanya pada martabat korban, tetapi juga memperpanjang penderitaan keluarga Palestina yang kehilangan kontak dengan kerabat mereka, karena mereka terpaksa mencari informasi melalui unggahan media sosial tentara.
Artikel Terkait
Serangan Udara Israel Kembali Tewaskan Dua Warga Palestina di Gaza
Lebih dari 60.000 Anak di Gaza Kehilangan Orang Tua sejak Perang Oktober 2023
PM Spanyol Terharu Digambar Bocah Gaza di Tengah Reruntuhan
Ribuan Massa Aksi Bela Palestina di Monas Kecam Narasi Gencatan Senjata