Foto Tentara Wanita Israel Berpose dengan Tahanan Palestina Picu Kemarahan Global

- Kamis, 30 Juli 2026 | 07:40 WIB
Foto Tentara Wanita Israel Berpose dengan Tahanan Palestina Picu Kemarahan Global

Foto dua tentara wanita Israel berpose di samping seorang pemuda Palestina yang ditutup matanya dan tangan terikat viral di media sosial, memicu kecaman luas dari berbagai penjuru dunia. Gambar tersebut diunggah di Instagram oleh tentara Israel Nikol Stelmashvski sebagai bagian dari rangkaian 20 foto yang mendokumentasikan masa tugasnya di Gaza.

Dalam foto itu, dua tentara wanita tersenyum di samping pemuda Palestina yang duduk di tanah dengan kepala tertunduk, mata tertutup kain, dan tangan terikat. Unggahan tersebut disertai takarir berbahasa Ibrani yang merayakan berakhirnya masa dinas militer mereka: "Dua tahun delapan (bulan), empat perang… Ribuan kenangan, sejuta satu pengalaman. Dan tibalah akhir dari babak hidupku yang tidak akan pernah kulupakan."

Akun Instagram Stelmashvski, @nikol.stel, segera dikunci setelah foto itu memicu kemarahan publik. Insiden ini merupakan yang terbaru dari pola terdokumentasi di mana tentara Israel secara terbuka membagikan bukti penghinaan atau penyalahgunaan terhadap tahanan Palestina.

Pelanggaran Hukum Internasional

Kelompok hak asasi manusia menegaskan bahwa tindakan mempublikasikan foto atau video tahanan dalam kondisi yang mempermalukan atau merendahkan martabat dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang di bawah hukum humaniter internasional. Hukum internasional melarang perlakuan merendahkan terhadap tahanan.

Berbagai video dan foto serupa yang diunggah oleh tentara Israel secara konsisten menunjukkan tahanan Palestina ditelanjangi, ditutup matanya, dipaksa dalam posisi stres, atau dijadikan bahan ejekan untuk konten media sosial. Dampaknya tidak hanya pada martabat korban, tetapi juga memperpanjang penderitaan keluarga Palestina yang kehilangan kontak dengan kerabat mereka, karena mereka terpaksa mencari informasi melalui unggahan media sosial tentara.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags