Suasana konsolidasi politik bernuansa keislaman mewarnai Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Rabu (29/7/2026). Di tempat itu, jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Masyumi Kota Bogor periode 2026–2029 resmi dilantik dengan tema "Merajut Silaturahmi Berdasarkan Etika Islami untuk Bersama Membangun Kota Bogor yang Maju dan Berkeadilan."
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum kebangkitan organisasi untuk menyiapkan langkah politik menuju Pemilu mendatang. Puluhan pengurus hadir, mulai dari jajaran inti DPD hingga pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di enam kecamatan.
Kehadiran Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim turut memberi warna tersendiri. Ketua DPD Partai Masyumi Kota Bogor yang baru dilantik, Muhammad Luthfie, secara khusus menyampaikan apresiasi atas kehadiran orang nomor satu di Kota Bogor itu.
Luthfie menegaskan, Partai Masyumi berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah. "Kami berkomitmen mendukung Wali Kota selama kebijakannya positif dan bermanfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, kami juga akan mengawal jalannya pembangunan. Jika ada yang perlu diperbaiki, kami akan menyampaikan kritik yang membangun sebagai bagian dari sinergi dalam kebaikan," ujarnya.
Ia juga menyinggung kedekatan historis dengan Wali Kota yang juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam Kota Bogor. Menurut Luthfie, akar perjuangan Syarikat Islam memiliki kesamaan ideologis dengan Partai Masyumi sehingga menjadi modal penting untuk membangun komunikasi dan kolaborasi.
Sebagai langkah awal, DPD Partai Masyumi Kota Bogor akan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat DPC di enam kecamatan. Selain itu, pengurus juga akan menyelenggarakan pendidikan politik internal serta diskusi kebangsaan bersama Wali Kota Bogor dan partai politik lainnya. Luthfie menyebut agenda itu telah mendapat persetujuan dari Wali Kota dan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Menghadapi Pemilu mendatang, Luthfie memasang target realistis namun optimistis. Ia berharap Partai Masyumi mampu mengantarkan kadernya menduduki kursi DPRD Kota Bogor. Bahkan, ia membuka peluang seluas-luasnya kepada keluarga besar Banikarim, yang selama ini dikenal memiliki banyak tokoh di legislatif, untuk bergabung.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Masyumi Ahmad Yani mengingatkan bahwa partainya memiliki warisan sejarah panjang. "Masyumi pernah memenangkan Pemilu 1955. Jejak sejarah itu tidak akan hilang. Hari ini kita melanjutkan perjuangan dengan mendukung partai yang didukung para ulama," katanya.
Ahmad Yani mengakui tantangan politik saat ini jauh lebih berat. Ia menilai praktik politik transaksional masih menjadi persoalan serius. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus segera melakukan konsolidasi organisasi, memperbarui administrasi kepengurusan, memastikan terbentuknya pengurus ranting, dan membangun jaringan komunikasi dengan berbagai elemen umat.
Menurutnya, medan perjuangan politik ke depan juga ditentukan oleh kemampuan menjangkau generasi muda. Para pengurus diminta aktif memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan kegiatan, gagasan, dan visi partai. "Politik harus menjadi jalan dakwah dan ibadah, bukan politik transaksional ataupun politik yang kriminal. Masyumi memiliki sejarah emas sebagai modal untuk menawarkan politik yang membawa keberkahan sesuai nilai-nilai Al-Qur'an," tegasnya.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dalam sambutannya turut mengapresiasi perjalanan sejarah Partai Masyumi. Ia memberikan pandangan strategis menghadapi Pemilu mendatang. Berdasarkan pengalaman Pemilu 2024, tingkat partisipasi pemilih di Kota Bogor berada di kisaran 62 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 38 persen masyarakat yang belum menggunakan hak pilihnya.
Menurut Dedie, kelompok pemilih yang belum berpartisipasi itu merupakan peluang besar bagi partai politik, khususnya partai baru, untuk meningkatkan partisipasi demokrasi melalui pendekatan yang lebih efektif, terutama kepada pemilih pemula. "Kalau Masyumi mampu mengajak masyarakat yang selama ini belum ikut memilih untuk berpartisipasi dalam pemilu, itu menjadi momentum yang sangat baik. Potensi suara yang belum tergarap masih cukup besar," ujarnya.
Menutup sambutannya, Dedie berharap Partai Masyumi dapat mewujudkan target-target politiknya sekaligus terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor dalam membangun daerah.
Dengan pelantikan kepengurusan baru ini, Partai Masyumi Kota Bogor menandai dimulainya babak baru konsolidasi organisasi. Berbekal warisan sejarah, semangat dakwah politik, dan target memperluas basis dukungan hingga tingkat akar rumput, partai tersebut berharap mampu kembali mengambil peran dalam peta politik Kota Bogor pada Pemilu mendatang.
Artikel Terkait
Pemkot Bogor Susun Aturan Turunan Perda Pencegahan Penyimpangan Seksual
Peringati Hari Anak Nasional, Kemensos Gelar Bakti Sosial Terpadu di Bogor
Perda P4S Kota Bogor Butuh Perwali, Regulasi Nasional Semakin Memperkuat
DPRD Desak Wali Kota Bogor Segera Terbitkan Aturan Teknis Perda Anti-LGBTQ