Serangan Gabungan AS-Arab Saudi di Irak Tewaskan 20 Anggota Milisi Pro-Iran

- Rabu, 29 Juli 2026 | 20:40 WIB
Serangan Gabungan AS-Arab Saudi di Irak Tewaskan 20 Anggota Milisi Pro-Iran

Setidaknya 20 anggota bekas aliansi paramiliter yang mencakup kelompok-kelompok pro-Iran tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak, Rabu (29/7). Presiden Irak Nizar Amedi mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

Dalam pernyataan resmi, Amedi mengatakan serangan itu "tidak dapat diterima" dan merupakan "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Irak, yang menargetkan lembaga keamanan resminya bertentangan dengan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa". Ia menegaskan bahwa wilayah Irak tidak boleh dijadikan "landasan atau arena untuk serangan terhadap negara-negara tetangga atau untuk menyelesaikan perselisihan regional dan internasional". Amedi juga mendesak semua pihak untuk menghormati kedaulatan Irak dan menahan diri dari tindakan yang dapat merusak keamanan dan stabilitas.

AS dan Arab Saudi menyatakan bahwa serangan itu merupakan respons terhadap serangan drone dari Irak yang menargetkan pasukan AS dan fasilitas minyak Saudi. Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), aliansi bekas kelompok paramiliter yang kini terintegrasi ke dalam angkatan bersenjata Irak, melaporkan bahwa 20 petempur tewas dan 32 lainnya luka-luka berdasarkan penghitungan sementara. PMF menambahkan bahwa "agresi" AS-Arab Saudi menargetkan pangkalan mereka di tujuh provinsi, termasuk Baghdad, Nineveh di utara, dan Basra di selatan, serta menyebabkan kerusakan material.

Pernyataan PMF mengecam "eskalasi berbahaya" terhadap "lembaga keamanan resmi". Seorang pejabat PMF yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kepada AFP bahwa serangan di Nineveh dan provinsi Diyala tengah adalah yang paling mematikan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags