Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa angka kejahatan, khususnya pembegalan, di provinsinya menunjukkan tren penurunan. Hal itu ia sampaikan merujuk pada data yang diterima dari Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat.
Menurut Dedi, perkembangan ini menandakan bahwa upaya penanganan kejahatan oleh aparat bersama pemerintah daerah mulai membuahkan hasil. "Tapi kan dari sisi grafik, saya tanya ke Pak Kapolda tadi, grafik pembegalannya, kejahatannya sudah makin turun," kata KDM kepada wartawan, Rabu (29/7).
Dedi juga menanggapi anggapan yang mengaitkan maraknya aksi begal dengan tingginya angka pengangguran di Jawa Barat. Menurutnya, narasi tersebut tidak sepenuhnya tepat karena banyak pelaku yang ditangkap justru berasal dari luar provinsi. "Kalau orang yang membangun opini, misalnya karena orang Jawa Barat nganggur dan sejenisnya, opini itu baik. Tapi jaringan begal itu kan kebanyakan, mohon maaf ya menyebut daerah, itu kan Lampung yang tertangkap. Artinya bahwa kejahatan itu tidak melulu dilakukan oleh warga Jabar, tapi banyak orang luar warga Jabar merupakan jaringan dari sebuah kejahatan yang beroperasi di Jabar," ujarnya.
Penjelasan Soal Sayembara Tangkap Begal
Dedi kembali menjelaskan alasan di balik kebijakan sayembara bagi masyarakat yang membantu menangkap pelaku begal. Ia menegaskan kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk mendorong masyarakat melakukan tindakan main hakim sendiri.
Menurut Dedi, kritik terhadap kebijakan tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, ia menilai masih terdapat kesalahpahaman mengenai tujuan sayembara. "Dia tidak ada masalah lah. Orang mengkritik saya boleh kan, kan saya biasa dikritik. Tetapi saya selalu, karena ada salah persepsi dan salah informasi," katanya.
Dedi mencontohkan adanya pihak yang mengaitkan sayembara tersebut dengan kasus pengeroyokan pencuri ayam di Bali. Menurutnya, keberadaan sayembara justru dapat mendorong masyarakat menyerahkan pelaku kepada aparat penegak hukum dalam keadaan hidup. "Misalnya begini, dia membandingkan persoalan sayembara dengan kejadian pengeroyokan pencuri ayam di Bali. Padahal di balik, andai kata ada sayembara, maka yang kehilangan ayam itu tidak akan digebukin yang nyuri ayam, karena ayamnya akan diganti," ucap KDM.
Artikel Terkait
Hadapi Musim Kemarau, Pemprov Jabar Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan
Pemprov Jabar Resmi Mulai Pembangunan PSEL Legok Nangka, Target Operasi 2029
Dedi Mulyadi Bakal Pangkas Anak-Cucu BUMD hingga Bentuk Super Holding Sangga Buana
Mahfud MD Kritik Sayembara Begal Gubernur Jabar: Bisa Picu Anarki