Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melarang seluruh pejabat di lingkungannya menerima pihak-pihak yang memiliki kepentingan secara diam-diam. Larangan ini diterapkan untuk mencegah timbulnya dugaan negatif di mata publik.
Ia juga membatasi pertemuan dengan berbagai pihak yang berkepentingan, termasuk mitra dan pemasok. Menurutnya, meskipun tidak semua pertemuan tertutup membahas hal yang tidak etis, praktik semacam itu tetap berpotensi menimbulkan kecurigaan.
“Termasuk saya membatasi, saya pribadi membatasi orang-orang yang, yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier-lah, dia entah apa-lah begitu, saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya,” kata Sudaryono dalam acara peresmian Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center BGN di Jakarta Pusat, Rabu (29/7).
Ia meminta setiap kepentingan yang berkaitan dengan BGN disampaikan melalui jalur resmi sehingga dapat ditangani secara terbuka dan sesuai mekanisme. “Jadi segala aduan, segala hal yang memang perlu dibicarakan harus dibicarakan secara resmi,” ujarnya.
Prinsip tersebut tidak hanya berlaku untuk dirinya, tetapi juga untuk seluruh jajaran BGN. “Saya bersama dua Waka saya berkomitmen dan kami membawa budaya ini sampai ke level bawah. Di level eselon satu, eselon dua, dan seterusnya, saya larang dengan keras menerima pihak-pihak yang berkepentingan secara gelap-gelap, diam-diam,” tegasnya.
Sudaryono pun mengajak masyarakat, termasuk pihak yang memiliki kepentingan dengan BGN, untuk menggunakan saluran resmi yang telah disediakan. “Kalau anda semua sahabat saya, sayang sama saya, please harus mengadu, harus komplain, harus bertanya ke saluran yang kita sediakan,” ujarnya.
Artikel Terkait
BGN Kaji Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Daerah Rawan Konflik, Libatkan TNI-Polri
BGN Resmikan Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center untuk Pengaduan Masyarakat
BGN: 116 Juta Orang Indonesia Alami Kekurangan Kalori dan Protein
Kepala BGN: 116 Juta Penduduk Indonesia Alami Kekurangan Kalori dan Protein