Keluarga Minta Autopsi Jasad Presenter TVRI yang Ditemukan Tewas di Air Terjun Papua Barat

- Rabu, 29 Juli 2026 | 16:48 WIB
Keluarga Minta Autopsi Jasad Presenter TVRI yang Ditemukan Tewas di Air Terjun Papua Barat

Keluarga meminta jasad Yanto, presenter TVRI Papua Barat, diautopsi untuk mengungkap dugaan kejanggalan pada tubuhnya. Yanto ditemukan tewas di Air Terjun Danau Anggi Gida, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak, Senin (27/7) pagi sekitar pukul 11.05 WIT.

Kuasa hukum keluarga, Yan Christian Warinussy, mengatakan keputusan itu diambil setelah dokter yang melakukan visum di RSUD Manokwari menemukan sejumlah kejanggalan. "Saat proses visum, dokter yang memeriksa menyampaikan menemukan beberapa titik pada tubuh korban. Dokter menyarankan dilakukan autopsi agar penyebab pasti kematian dapat diketahui. Atas dasar rekomendasi itulah keluarga meminta autopsi," ujar Yan, Rabu (29/7).

Keluarga telah berkoordinasi dengan RS Bhayangkara Polda Papua Barat untuk mendatangkan dokter forensik dari Jayapura yang dijadwalkan tiba pada Kamis (30/7). Yan berharap hasil autopsi menjadi alat bukti penting bagi penyidik Polres Pegunungan Arfak dalam menentukan langkah penanganan perkara, termasuk kemungkinan meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan jika ditemukan unsur pidana.

Selain autopsi, tim kuasa hukum mendesak kepolisian segera menggelar reka ulang di tempat kejadian perkara serta mendalami sejumlah fakta awal yang dinilai memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Yan mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap tewasnya Yanto. "Unggahan di media sosial kita anggap itu perhatian yang merespons kematian yang tanda petik kematian yang tidak wajar. Tetapi kita percayakan penuh kepada pihak yang berwajib," ucapnya.

Sebelumnya, Yanto dilaporkan hilang selama sembilan hari di kawasan Arfak. Pencarian melibatkan relawan, masyarakat, dan aparat gabungan. Kepala Kampung Septer Towansiba yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Relawan Yanto memimpin proses pencarian. Sebelum memulai pencarian, tim melaksanakan prosesi adat Arfak. Sekitar dua jam setelah pencarian dimulai, korban pertama kali ditemukan oleh John Saroi di lokasi kejadian. Tim kemudian memastikan keberadaan korban dan melakukan pengamanan lokasi sebelum evakuasi. Korban ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi awal diduga terjatuh dan terseret arus.

"Korban telah ditemukan dan berhasil dievakuasi. Kodim Pegaf, Polres Pegaf, dan masyarakat terlibat dalam pencarian serta proses evakuasi," kata Kepala Kantor SAR Manokwari Yefri Sabaruddin melalui keterangannya, Senin (27/7).

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags