Kementerian Kesehatan masih menyelidiki penyebab meninggalnya dr Siti Zahra Maghfira, peserta Program Internsip Dokter Indonesia yang ditemukan tewas setelah diduga jatuh dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7). Investigasi dilakukan bersama polisi, organisasi profesi, dan sejumlah pihak terkait.
Dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (29/7), Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes menyebutkan koordinasi dilakukan dengan Kepolisian, Konsil Kesehatan Indonesia, Komite Internsip Kedokteran Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, pemerintah daerah, serta wahana internsip. “Kami berkomitmen memastikan seluruh fakta dan kronologi kejadian terungkap secara utuh sebelum menyampaikan kesimpulan,” tulis keterangan tersebut. Hasil investigasi ditargetkan rampung dalam tiga hingga empat hari.
Kemenkes meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian dr Siti hingga proses penyelidikan selesai. “Kami mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses investigasi yang sedang berlangsung serta tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian hingga hasil pemeriksaan resmi disampaikan.”
Hasil investigasi beserta langkah tindak lanjut akan diumumkan secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas kepada masyarakat.
Korban diketahui merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang tengah menjalani Program Internsip Dokter Indonesia di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, sejak Mei 2026. Kapolsek Pancoran Kompol Mansur mengatakan polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut.
Artikel Terkait
Menkes Bantah Kematian Dokter Internship Akibat Beban Kerja, Singgung Masalah Kejiwaan
Dokter Muda Peserta Internship Meninggal Diduga Jatuh dari Apartemen, Kemenkes Bentuk Tim Investigasi
Kemenkes Investigasi Kematian Dokter Internsip, Target Selesai Tiga Hari
Kemenkes: Dokter Magang Meninggal karena Penyakit Sensitif, Bukan Bullying