Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo terus memantau dampak gempa bumi besar yang mengguncang wilayah Kumamoto, Jepang, pada Selasa lalu. Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang berpusat di Pulau Kyushu itu diikuti sejumlah gempa susulan dan sempat memicu peringatan tsunami yang kini telah dicabut.
Berdasarkan laporan sementara, gempa menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan rumah warga. Otoritas setempat mencatat setidaknya 13 orang tewas, sementara banyak lainnya masih terjebak di reruntuhan bangunan.
KBRI Tokyo telah berkoordinasi dengan simpul komunitas warga negara Indonesia di wilayah Kumamoto dan Kyushu. "Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman," demikian pernyataan Kemlu pada Rabu (29/7/2026).
Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh WNI di wilayah akreditasi untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari Japan Meteorological Agency. "Kemlu melalui KBRI Tokyo akan terus memantau perkembangan situasi, serta berkoordinasi dengan otoritas Jepang dan simpul komunitas WNI di wilayah Kumamoto serta Kyushu," tulis Kemlu.
Artikel Terkait
Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Jepang, 13 Orang Tewas
Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Jepang, 5 Tewas, WNI Aman
Korban Tewas Gempa M7,1 di Jepang Bertambah Jadi 13 Orang
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Lima Orang Tewas