Gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo yang mengguncang Jepang pada Selasa (28/7) telah menewaskan 13 orang, menurut pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi pada Rabu (29/7). Seluruh korban jiwa dilaporkan berada di kota Kumamoto, selatan Jepang.
“Sampai sekarang, ada mereka yang masih menunggu dievakuasi, dan ini berpacu melawan waktu. Kami akan mengerahkan semua sumber daya yang tersedia di lapangan untuk menyelamatkan dan menolong sebanyak mungkin orang,” kata Takaichi.
Jumlah korban tewas melonjak tajam dari sehari sebelumnya yang hanya tiga orang. Selain korban jiwa, ribuan keluarga mengalami pemadaman listrik akibat gempa.
Pada Rabu pagi, bagian bangunan mal Aeon di Jepang roboh akibat gempa. Media setempat juga melaporkan adanya ledakan gas di beberapa lokasi.
Menurut badan otoritas setempat, pusat gempa berada 20 kilometer di selatan Kumamoto. Otoritas meminta warga waspada terhadap ancaman gempa susulan.
Artikel Terkait
Kemunafikan Jepang di Balik Upacara Bom Atom dan Revisi Sejarah
Lelucon PM Australia Soal Melon dari PM Jepang Tuai Kecaman
Hiroshima Peringati 81 Tahun Bom Atom, Seruan Hapus Senjata Nuklir Menguat
Korban Tewas Gempa Jepang Bertambah Jadi 38 Orang