Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, kembali menjadi sorotan setelah leluconnya tentang hadiah melon dari Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, dianggap kasar dan menghina. Kritik semakin tajam karena Albanese tidak menunjukkan niat untuk meminta maaf.
Lelucon itu dilontarkan Albanese dalam sebuah wawancara dengan podcast "Bush Deep" yang tayang bulan lalu. Saat itu, ia bercerita tentang kunjungan kenegaraan PM Takaichi ke Australia pada Mei lalu, dan menyebut hadiah berupa melon premium khas Kekaisaran Jepang sebagai sesuatu yang "aneh".
Dalam percakapan yang berlangsung di kediaman resminya, Albanese awalnya bercanda tentang hadiah tersebut. Namun, ketika pembawa acara Nikki Osborne bertanya apakah PM Takaichi "menyelundupkan" melon itu melewati bea cukai Australia, Albanese mengangkat kedua tangannya dan berkata, "membawa sepasang melon". Osborne kemudian menimpali, "Dia datang dengan penampilan mirip Pamela Anderson."
Komentar itu memicu kemarahan lawan politik Albanese. Pemimpin oposisi Australia mendesaknya untuk meminta maaf, mengingat lelucon tersebut dianggap menghina PM Jepang. Sebelumnya, Albanese juga sempat menuai kecaman dan meminta maaf atas komentar dalam wawancara yang sama, ketika ia mengatakan ingin "bercinta" dengan penyanyi Kylie Minogue.
Di Jepang, melon premium merupakan simbol kemewahan dan sering dijadikan hadiah kehormatan. Menurut mantan Duta Besar Jepang untuk Australia, harga melon tersebut bisa melebihi AUS$ 270 atau setara Rp 3,3 juta. Meski demikian, Albanese belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan permintaan maaf tersebut.
Artikel Terkait
Hiroshima Peringati 81 Tahun Bom Atom, Seruan Hapus Senjata Nuklir Menguat
Gempa 7,1 Magnitudo di Jepang Tewaskan 13 Orang, PM Takaichi Kerahkan Sumber Daya Penuh
Korban Tewas Gempa M7,1 di Jepang Bertambah Jadi 13 Orang
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Puluhan Luka dan Kerusakan Meluas