Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) mengakui bahwa intervensi Video Assistant Referee (VAR) pada laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Swiss dan Argentina telah keliru secara prosedur. Keputusan itu merugikan penyerang Swiss, Breel Embolo, yang mendapat kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan.
Pengakuan tersebut disampaikan IFAB melalui surat resmi yang diperoleh media The Athletic. Insiden bermula saat wasit utama Joao Pinheiro memberikan kartu kuning kepada pemain Argentina, Leandro Paredes, pada menit ke-72. Namun, asisten video Guillermo Pacheco meminta Pinheiro meninjau monitor. Setelah meninjau, wasit membatalkan kartu kuning Paredes dan justru memberikan kartu kuning kedua kepada Embolo karena dianggap melakukan diving.
Menurut aturan baru IFAB yang berlaku di Piala Dunia, VAR hanya boleh mengintervensi keputusan kartu kuning jika terjadi kesalahan identitas pemain. Dalam kasus ini, Paredes adalah pemain yang tepat, sehingga VAR seharusnya tidak ikut campur. Akibatnya, Embolo tidak seharusnya diusir.
Keputusan itu berdampak besar pada jalannya pertandingan. Swiss yang baru menyamakan kedudukan 1-1 melalui gol Dan Ndoye harus bermain dengan 10 orang. Argentina akhirnya menang 3-1 setelah babak perpanjangan waktu.
Kesalahan prosedur serupa juga terjadi pada laga fase grup antara Amerika Serikat dan Paraguay. Wasit Danny Makkelie membatalkan kartu kuning bek AS, Tim Ream, setelah intervensi VAR dan memberikan kartu kuning kepada Miguel Almiron karena diving.
Sorotan terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai menguntungkan Argentina juga muncul di laga fase grup melawan Aljazair. Pelanggaran keras Lionel Messi terhadap Aissa Mandi tidak berbuah kartu merah. Pakar wasit Patrick Ittrich menegaskan, "Bagi saya, itu kartu merah."
Kritik tajam juga dilontarkan pelatih Mesir, Hossam Hassan, setelah timnya kalah 2-3 dari Argentina di babak 16 besar. "Saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan. Apa pun konsekuensinya: Itu jelas merupakan pertandingan yang dimanipulasi dan seluruh dunia melihatnya. Jika mereka benar-benar ingin Argentina menang, lalu kenapa mereka mengundang semua yang lain untuk ikut serta?" kata Hassan.
Langkah Argentina di Piala Dunia 2026 akhirnya terhenti di final setelah kalah 0-1 dari Spanyol melalui perpanjangan waktu. Pertandingan diwarnai kerusuhan antarpemain, termasuk tindakan keras Leandro Paredes terhadap Gavi dan Eric Garcia.
Artikel Terkait
Helikopter Pemadam Kebakaran Jatuh di Argentina, Tujuh Orang Tewas
IFAB Akui Kesalahan VAR pada Kartu Merah Embolo, FIFA Bela Wasit
Lisandro Martinez Bela Sikap Argentina di Final Piala Dunia 2026: Tidak Ada Dasar untuk Kebencian
Surat Pribadi Infantino ke Argentina Picu Kontroversi Keberpihakan FIFA