Enam Pemain Argentina Terancam Sanksi FIFA Jelang Piala Dunia 2030

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Enam Pemain Argentina Terancam Sanksi FIFA Jelang Piala Dunia 2030

Euforia Argentina pasca-Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya usai. Kini, enam pemain La Albiceleste justru menghadapi ancaman serius dari FIFA. Sanksi berat bisa membuat mereka terlarang tampil di Piala Dunia 2030.

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi membuka proses disipliner terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) menyusul sejumlah insiden yang terjadi sepanjang Piala Dunia 2026. Langkah tersebut memunculkan kemungkinan sejumlah pemain Argentina dijatuhi hukuman, termasuk larangan bermain pada Piala Dunia 2030.

Kasus ini berawal dari beberapa tindakan yang memicu kontroversi selama turnamen. Seusai mengalahkan Inggris di semifinal, sejumlah pemain Argentina terlihat membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Kepulauan Falkland adalah Argentina", yang dinilai sebagai pesan politik di ajang olahraga.

Kontroversi kembali memuncak pada partai final saat Argentina kalah dari Spanyol setelah babak perpanjangan waktu. Ketegangan seusai pertandingan memicu aksi yang menjadi perhatian FIFA.

Nahuel Molina disebut memukul gelandang Spanyol Rodri ketika lawannya sedang merayakan kemenangan. Sementara Leandro Paredes diduga mencekik Eric Garcia dan menjatuhkan Gavi dalam insiden terpisah. Thiago Almada juga ikut terseret dalam proses pemeriksaan disipliner.

Melalui pernyataan resminya, FIFA mengonfirmasi telah membuka penyelidikan terhadap AFA atas dugaan pelanggaran beberapa pasal dalam Kode Disiplin FIFA.

"Komite Disiplin FIFA telah membuka proses terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina atas potensi pelanggaran pasal 13 ayat 2 c) (Menggunakan acara olahraga untuk demonstrasi yang bukan bersifat olahraga), pasal 14 ayat 5 (Perilaku buruk tim), pasal 15 (Diskriminasi dan pelecehan rasis) dan pasal 17 (Ketertiban dan keamanan di pertandingan) dari Kode Disiplin FIFA sehubungan dengan nyanyian dan gestur diskriminatif, keterlambatan kick-off, kegagalan untuk mematuhi protokol pertandingan dan keamanan, tampilan pesan yang tidak pantas oleh tim dan penonton dan pelemparan benda oleh penonton terkait dengan beberapa pertandingan tim perwakilan Argentina di Piala Dunia 2026," demikian bunyi pernyataan FIFA.

Selain menyoroti tanggung jawab federasi, FIFA juga mengambil langkah terhadap sejumlah individu yang terlibat dalam insiden final.

"Komite Disiplin FIFA telah menerima laporan dari Jaksa Disiplin dan Etika yang ditunjuk mengenai insiden yang terjadi selama final Piala Dunia 2026 (Spanyol vs Argentina), dan mengikuti rekomendasi yang terkandung di dalamnya telah membuka proses disiplin – untuk potensi pelanggaran pasal 14 ayat 1 i) Kode Disiplin FIFA (penyerangan) – terhadap pemain Argentina Nahuel Molina (dua dakwaan, satu selesai dan satu percobaan) dan Leandro Paredes (tiga dakwaan) dan wasit Argentina Roberto Ayala (satu dakwaan)," tulis FIFA.

FIFA juga menambahkan bahwa pemeriksaan disipliner diperluas terhadap dugaan perilaku tidak sportif.

"Proses disiplin juga telah dibuka – untuk potensi pelanggaran pasal 14 ayat 1 b) Kode Disiplin FIFA (perilaku tidak sportif) – terhadap pemain Argentina Nahuel Molina (satu dakwaan) dan Thiago Almada (satu dakwaan) dan pemain Spanyol Pablo Martín Paez Gavira (satu dakwaan)," demikian pernyataan FIFA.

Laporan The Sun menyebut FIFA memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi larangan bertanding kepada para pemain yang dianggap melanggar regulasi, baik terkait insiden kekerasan di final maupun aksi pembentangan spanduk bermuatan politik.

Apabila proses tersebut berujung hukuman, ada enam pemain Argentina yang disebut berpotensi terkena dampaknya.

Enam Pemain yang Terancam

Keenam pemain tersebut adalah Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, Cristian Romero, Lisandro Martínez, dan Giovani Lo Celso. Tiga nama terakhir dikaitkan dengan aksi membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" selepas semifinal melawan Inggris.

Menariknya, Argentina tidak akan menjalani babak kualifikasi Piala Dunia 2030 karena menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara. La Albiceleste dijadwalkan memainkan satu laga pembuka sebagai bagian dari peringatan 100 tahun Piala Dunia edisi pertama yang digelar pada 1930.

Situasi tersebut membuat Piala Dunia 2030 berpotensi menjadi pertandingan resmi FIFA berikutnya bagi Argentina. Apabila sanksi benar-benar dijatuhkan, laga pembuka turnamen itu bisa menjadi momen pertama hukuman tersebut mulai berlaku bagi para pemain yang dinyatakan bersalah.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags