Viral Surat Minta Sumbangan Rp15,6 Juta, Lurah Kalisari Buka Suara

- Selasa, 28 Juli 2026 | 23:40 WIB
Viral Surat Minta Sumbangan Rp15,6 Juta, Lurah Kalisari Buka Suara

Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah, angkat bicara terkait viralnya surat permintaan sumbangan yang dibuat Karang Taruna RW 11 untuk peringatan HUT ke-81 RI. Surat yang ditujukan kepada sebuah warung kopi di kawasan tersebut mencantumkan nominal Rp15,6 juta, namun Siti memastikan hal itu merupakan kesalahan penulisan.

"Sudah diklarifikasi kemarin dan pihak Karang Taruna mengakui terjadi kelalaian dalam penulisan angka. Masalah ini sudah selesai," ujar Siti, Selasa (28/7/2026).

Pertemuan klarifikasi digelar pada Senin (27/7/2026) pukul 17.30 WIB antara pemilik warkop dengan pengurus Karang Taruna, Ketua RW 11, Bimaspol, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan Kasi Pemerintahan. Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak sepakat saling memaafkan dan tidak memperpanjang persoalan.

Menurut Siti, angka Rp15,6 juta bukanlah nominal yang diminta kepada pemilik warkop, melainkan total kebutuhan seluruh kegiatan HUT RI. "Angka sebesar Rp15 juta itu adalah untuk kebutuhan keseluruhan kegiatan peringatan HUT RI, bukan meminta seluruhnya kepada warung kopi di Jalan Manunggal RW 11 sebagaimana diviralkan," ungkapnya.

Siti menyayangkan ketidaktelitian dalam penulisan surat. Ia mengingatkan agar pengurus Karang Taruna menyampaikan permintaan sumbangan secara langsung kepada pemilik usaha dan melampirkan proposal kegiatan. "Anggota Karang Taruna seharusnya datang langsung dan menyampaikan kepada pemilik warung kopi maksud dan tujuannya. Jangan hanya menitipkan kepada anak buah karena dapat menimbulkan salah paham. Kemudian, harus dilampirkan proposal agar pihak yang dituju mengetahuinya," ucap dia.

Ia juga menyesalkan persoalan itu langsung diunggah ke media sosial hingga viral dan menimbulkan sentimen negatif. Sebelum mengunggah, pemilik warkop sebaiknya melakukan konfirmasi ke pengurus RT dan RW setempat.

Siti berharap kejadian serupa tak terulang. Ia mengingatkan agar kegiatan HUT RI tidak perlu berlebihan. "Terpenting kegiatan digelar secara sederhana, tetapi khidmat dan esensinya tetap tepat, yaitu untuk menghormati para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan bangsa ini," tandasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags