Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Pulau Kyushu, Jepang, Selasa (28/7/2026) sore, menyebabkan sejumlah korban luka, bangunan ambruk, kebakaran, serta kerusakan jalan dan jembatan. Pemerintah Jepang masih mendata dampak lengkap bencana ini.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan laporan awal menunjukkan adanya warga yang terluka akibat guncangan kuat. "Kami masih melakukan pendataan untuk tingkat cedera dan kerusakan properti, tetapi saya menerima informasi bahwa ada beberapa orang yang terluka," ujarnya dalam konferensi pers usai gempa. Hingga Selasa malam, jumlah pasti korban luka belum dirinci.
Selain korban luka, Takaichi mengungkapkan pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah. Kerusakan tidak hanya mengenai bangunan, tetapi juga menjalar ke infrastruktur jalan dan jembatan. "Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di sejumlah wilayah, dengan ruas jalanan dan jembatan mengalami kerusakan dan gedung-gedung ambruk," katanya.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan kekuatan guncangan mencapai skala 7 pada skala intensitas seismik Shindo, level tertinggi dalam sistem tersebut. Intensitas ini membuat pemerintah bergerak cepat memantau dampak di berbagai wilayah Kyushu.
Dalam pernyataan terpisah, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak ada laporan abnormalitas pada pembangkit listrik tenaga nuklir di kawasan terdampak. Informasi itu menjadi perhatian utama karena gempa besar di Jepang kerap memicu kekhawatiran terhadap fasilitas vital dan keselamatan publik.
Artikel Terkait
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, KBRI Imbau WNI Waspada
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Kumamoto, 50 Orang Terluka
Mal Ambruk Usai Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Banyak Orang Terjebak
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Sejumlah Bangunan Ambruk dan Kebakaran Terjadi