Dua Mahasiswi Tinggalkan Jakarta, Bergabung dengan Ekspedisi Patriot ke Papua

- Selasa, 28 Juli 2026 | 15:10 WIB
Dua Mahasiswi Tinggalkan Jakarta, Bergabung dengan Ekspedisi Patriot ke Papua

Jakarta bukan lagi satu-satunya tujuan bagi generasi muda yang ingin mengembangkan diri. Dua mahasiswi, Nabilah Khansa Islam Arsyi dan Debora Angelica Pardede, justru memilih meninggalkan ibu kota untuk bergabung dengan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 di kawasan transmigrasi Papua.

Program yang digagas Kementerian Transmigrasi ini mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk belajar bersama masyarakat dan memetakan potensi wilayah. Nabilah, mahasiswi Universitas Brawijaya, ditugaskan di Klamono-Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. "Saya ingin hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pribadi yang siap mendengar, berkolaborasi, dan berkontribusi," ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Keinginannya mengikuti TEP berawal dari dorongan untuk melihat langsung kehidupan masyarakat di sana. Ia menyadari kehidupan di kawasan transmigrasi akan jauh berbeda dengan kesehariannya di Jakarta Selatan. Namun, perbedaan itu justru dipandangnya sebagai bagian dari proses belajar. "Kalau nantinya menghadapi kesulitan atau merasa lelah, saya akan kembali mengingat tujuan awal mengikuti program ini," katanya.

Semangat serupa juga dimiliki Debora Angelica Pardede, mahasiswi ITS asal Jakarta Timur. Ia mendapat tugas pengabdian di Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. "Saya ingin menjadi bagian dari generasi muda yang berani melangkah ke daerah yang masih membutuhkan perhatian, menggali potensi yang dimiliki, dan meninggalkan manfaat bagi masyarakat setempat," ungkap Debora.

Di lokasi penugasan, Debora bersama timnya akan melakukan pendampingan di bidang ekonomi kreatif. Mereka juga mengidentifikasi tantangan seperti kondisi sarana dan prasarana, rantai pasok, hingga peluang pengembangan potensi lokal. "Kami tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga ingin mengidentifikasi berbagai hambatan di lapangan. Harapannya, hasil yang kami susun dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengembangkan kawasan transmigrasi," jelasnya.

Melalui TEP 2026, para mahasiswa membawa bekal ilmu untuk menghadirkan gagasan dari pengalaman langsung di lapangan. Temuan dan pemetaan sosial ini diharapkan menjadi dasar program pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus ikhtiar membangun Indonesia dari kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags