Air Bendungan Karian Menyusut, Bangunan Kampung Tua Muncul Kembali

- Selasa, 28 Juli 2026 | 14:45 WIB
Air Bendungan Karian Menyusut, Bangunan Kampung Tua Muncul Kembali

Bangunan bekas permukiman di dasar Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, kembali terlihat setelah volume air waduk menyusut akibat musim kemarau. Meski demikian, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) memastikan pasokan air untuk irigasi dan air baku tetap aman.

Kepala BBWSC3 Dedi Yudha Lesmana mengatakan fenomena munculnya kembali bangunan di dasar bendungan merupakan kondisi yang wajar dan tidak menandakan adanya gangguan fungsi bendungan. "Saat ini tampungan Bendungan Karian masih aman untuk memenuhi kebutuhan air baku maupun irigasi. Penurunan muka air sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal merupakan kondisi yang lazim terjadi pada musim kemarau dan masih berada dalam batas aman operasi waduk," ujarnya, Rabu (28/7/2026).

Debit air yang dilepaskan dari Bendungan Karian tercatat sebesar 24 meter kubik per detik sebagai suplesi irigasi ke Bendung Gerak Pamarayan Baru untuk melayani Daerah Irigasi (DI) Ciujung. Dengan demikian, kebutuhan air untuk lahan pertanian di wilayah layanan masih dapat terpenuhi.

Bangunan bekas permukiman yang muncul berada di wilayah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, tepatnya di hulu bendungan dengan elevasi di atas 64,50 meter dan berjarak 16 kilometer dari as bendungan. Dedi menjelaskan, meskipun muka air waduk berada pada elevasi normal, sebagian lahan dan bangunan yang telah dibebaskan memang masih akan tampak karena hanya tergenang sebagian.

Untuk mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang, BBWSC3 terus menjaga ketersediaan air pada tampungan yang dikelola, baik bendungan maupun bendung. "Upaya ini sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold Ritiauw, bahwa seluruh unit kerja wajib mengoptimalkan pengelolaan tampungan air selama tiga bulan ke depan guna menjaga keberlanjutan pasokan air hingga memasuki masa transisi menuju musim hujan," kata Dedi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags