Iran menegaskan tidak sedang menjalin negosiasi dengan Amerika Serikat, meskipun pertempuran antara kedua negara telah berhenti. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam konferensi pers mingguan di Teheran, Senin (27/7/2026).
"Para mediator dapat menyampaikan pesan dari pihak Amerika kepada kami mengenai perkembangan terkini di kawasan tersebut. Tetapi saat ini, kami tidak terlibat dalam negosiasi apa pun dengan Amerika Serikat," ujar Baqaei seperti dikutip kantor berita AFP.
Ia juga membantah tuduhan bahwa Iran yang meminta perundingan. "Klaim bahwa Iran telah meminta negosiasi adalah rekayasa yang disebarkan pihak lain dari waktu ke waktu," tegasnya.
Perang antara Iran dan AS pecah awal bulan ini setelah upaya diplomatik gagal akibat kebuntuan terkait Selat Hormuz. Pertempuran berlangsung selama 13 hari dan baru berhenti pada Sabtu pagi lalu.
Baqaei melontarkan kritik tajam terhadap perilaku Amerika Serikat. Menurutnya, sikap AS dalam beberapa tahun terakhir "menyerupai geng mafia yang tidak mematuhi aturan atau hukum apa pun".
"Selama perilaku seperti itu oleh Amerika Serikat berlanjut, kita tidak dapat berharap akan munculnya proses yang masuk akal," tambahnya.
Iran bersikeras mempertahankan kendali atas pengelolaan Selat Hormuz, termasuk pemungutan biaya layanan. Namun, Iran tetap melibatkan Oman sebagai negara yang berbatasan langsung dengan jalur perairan strategis itu.
Artikel Terkait
Serangan AS ke Iran Kembali Gagal, Trump Akhirnya Hentikan Operasi
Iran: AS Terjebak dalam Perang yang Mereka Mulai Sendiri
IRGC Cegat Enam Kapal di Selat Hormuz, Kapal Tanker Meledak Kena Ranjau
Iran Siap Hentikan Serangan Jika AS Juga Menghentikan Operasi Militer