Megawati Peringatkan Kekuasaan Jangan Abaikan Rakyat Kecil dalam Peresmian Monumen Kudatuli

- Senin, 27 Juli 2026 | 17:48 WIB
Megawati Peringatkan Kekuasaan Jangan Abaikan Rakyat Kecil dalam Peresmian Monumen Kudatuli

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyinggung kekuatan rakyat kecil atau akar rumput saat memberikan pidato dalam peresmian Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Ia mengingatkan agar peristiwa kekerasan seperti Tragedi Kudatuli 27 Juli 1996 tidak kembali terulang. Menurutnya, kekuasaan tidak boleh mengabaikan rakyat.

"Ingat! Bahwa saya mengatakan akar rumput itu mau diinjak, mau dibunuh, pasti suatu saat akan kembali timbul," kata Megawati.

Dalam pidatonya, Megawati mengaku masih mengingat peristiwa Kudatuli yang terjadi 30 tahun lalu. "Termasuk yang namanya tanggal 27 Juli tahun 1996, saya tidak pernah dapat melupakan. Saya sampai berpikir, apakah ini yang diperjuangkan oleh rakyat kita pada waktu itu?" ujarnya.

Megawati kemudian mengajak masyarakat mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa demi kemerdekaan Indonesia. "Hai rakyatku, di mana pun kalian berada yang saya cintai, ingat! Coba kalian pergi ke Taman Pahlawan, di sana banyak bertebaran nisan-nisan tidak bernama. Artinya apa? Mereka berjuang dengan keikhlasannya," tegas Megawati.

Ia menilai generasi saat ini dapat menikmati kemerdekaan karena pengorbanan para pejuang, termasuk anak-anak muda pada masanya. "Apakah kalian tidak akan insaf bahwa kalian bisa menjadi seperti ini itu karena apa? Darah para pejuang, darah anak-anak muda yang waktu itu pun seperti kalian yang ada di sini sekarang," kata dia.

Peresmian Monumen Kudatuli digelar bertepatan dengan peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli yang terjadi pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Monumen tersebut diresmikan langsung oleh Megawati sebagai simbol mengenang para korban sekaligus menjaga semangat perjuangan demokrasi.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags