APINDO Minta Transisi Gubernur BI Berjalan Transparan dan Jaga Kredibilitas

- Senin, 27 Juli 2026 | 17:40 WIB
APINDO Minta Transisi Gubernur BI Berjalan Transparan dan Jaga Kredibilitas

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) meminta proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) dilakukan secara baik, transparan, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketua Umum APINDO, Shinta Kamdani, berharap pergantian kepemimpinan tidak mengganggu stabilitas kebijakan moneter.

“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting bagi dunia usaha adalah terjaganya policy continuity, kredibilitas institusi, dan kepercayaan pasar terhadap independensi BI sebagai otoritas moneter,” kata Shinta dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).

Menurut Shinta, pengunduran diri Gubernur BI di tengah masa jabatan secara alami akan menjadi perhatian pelaku pasar. Investor dan pelaku pasar akan melakukan penilaian ulang terhadap prospek kebijakan moneter, arah suku bunga, stabilitas nilai tukar, hingga kesinambungan komunikasi kebijakan ke depan.

“Oleh karena itu, faktor yang paling menentukan adalah seberapa cepat kepastian mengenai proses transisi dan arah kebijakan dapat diberikan kepada pasar,” tuturnya.

Shinta menyebut, kepastian arah kebijakan moneter sangat penting bagi dunia usaha yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika perdagangan internasional, volatilitas nilai tukar, hingga tingginya biaya pembiayaan.

Dunia usaha berharap proses transisi tetap memberikan sinyal kuat bahwa mandat utama BI dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas sistem keuangan tetap menjadi prioritas. Shinta juga menyoroti tantangan bank sentral yang semakin besar di tengah dinamika global. Ia menilai, BI harus mampu menyeimbangkan upaya menjaga stabilitas ekonomi dengan mendukung momentum pertumbuhan.

“Dari perspektif dunia usaha, keseimbangan tersebut menjadi sangat penting agar stabilitas makroekonomi tetap berjalan seiring dengan terpeliharanya iklim investasi, keberlanjutan pembiayaan, dan aktivitas sektor riil,” katanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags