IIFTIHAR dan detikcom Gelar Leaders Forum, Kenang Visi Habibie soal Iptek dan Imtaq

- Senin, 27 Juli 2026 | 17:20 WIB
IIFTIHAR dan detikcom Gelar Leaders Forum, Kenang Visi Habibie soal Iptek dan Imtaq

The International Islamic Forum for Science, Technology, and Human Resources Development (IIFTIHAR) bersama detikcom menggelar Leaders Forum untuk memperingati 30 tahun berdirinya IIFTIHAR sekaligus mengenang 90 tahun kelahiran Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie. Acara yang bertajuk 'Connecting SDG Innovations for OIC Countries' ini berlangsung di Habibie & Ainun Library, Jakarta, Jumat (24/7). Forum ini membedah visi besar Habibie tentang penguasaan teknologi di dunia Islam.

Sekretaris Jenderal Pertama IIFTIHAR, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, membuka forum dengan mengisahkan sejarah pembentukan organisasi tersebut usai konvensi internasional pada 1996 di Jeddah. Ia menceritakan peran sentral B.J. Habibie dalam meyakinkan Raja Fahd untuk menandatangani deklarasi forum. "Pak Habibie langsung menjelaskan ke sebelahnya, the King, King Fahd. Dan kemudian King Fahd menandatangani. Jadi ini tidak pernah terjadi dalam sejarah, penandatanganan dilakukan di depan Ka'bah," ungkap Prof. Jimly.

Prof. Jimly mengingatkan gagasan Habibie tentang pentingnya perpaduan antara iman dan taqwa (imtaq) serta ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Keseimbangan ini dinilai krusial mengingat pada 2070, Islam diproyeksikan menjadi agama dengan populasi terbesar di dunia, sehingga kuantitas harus dibarengi dengan kualitas.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa imtaq dan iptek adalah pondasi utama bagi pembangunan karakter bangsa sekaligus instrumen kesejahteraan. Ia menyebut B.J. Habibie bukan sekadar teknokrat, melainkan sosok negarawan, bapak demokrasi, serta pemimpin berjiwa besar yang membuktikan bahwa nilai Islam, inovasi, dan kewirausahaan dapat saling melengkapi.

Sekretaris Jenderal IIFTIHAR, Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, memaparkan bahwa teknologi harus ditempatkan sebagai alat untuk menciptakan kemajuan dan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, IIFTIHAR kini bertransformasi menjadi Global Innovation Hub (GIH) yang bertujuan mendorong kolaborasi berkelanjutan antara inovator, akademisi, dan pelaku industri di negara-negara OKI.

Ketua Umum ICMI Prof. Dr. Arif Satria sepakat dengan Ilham Habibie bahwa tidak akan pernah ada inovasi tanpa didahului riset. Ia memuji B.J. Habibie sebagai sosok teladan yang meninggalkan jejak warisan peradaban. "Ada yang bilang, usia seseorang dilihat dari biologisnya, sedangkan umur dilihat dari legacynya. Pak Habibie adalah contoh sosok yang umurnya jauh lebih panjang dari usianya karena legacynya terus hidup hingga masa depan," tegas Prof. Arif. Ia juga menyoroti kebiasaan pihak swasta yang lebih senang menjadi konsumen teknologi praktis dari luar negeri, sehingga mendorong sektor swasta untuk ikut berkontribusi dalam pendanaan riset dan pengembangan.

Direktur IsDB RH Indonesia, Amer Bukvic, menyoroti visi Habibie tentang pentingnya menyeimbangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kerja keras dengan nilai, keimanan, serta tanggung jawab. Ia menilai dunia saat ini tidak kekurangan ide, namun tantangan terbesarnya adalah mengubah ide menjadi solusi yang didanai, diimplementasikan, dan ditingkatkan skalanya. Menurut Amer, keuangan syariah memiliki peran krusial sebagai sistem yang menghubungkan keuangan langsung ke ekonomi riil, seperti pembangunan jalan, rumah sakit, dan universitas. Ia menyambut baik kehadiran Global Innovation Hub dari IIFTIHAR agar solusi di satu negara dapat dikoneksikan dengan mitra pembiayaan dan direplikasi ke ranah global.

"Saya ingin meneruskan warisan Presiden Habibie dengan memastikan bahwa pengetahuan menjadi inovasi, inovasi menjadi usaha, usaha menjadi pembangunan, dan pembangunan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat kita," ucap Amer. Mengakhiri pidatonya, ia memberikan penghormatan dengan mengutip pepatah B.J. Habibie: "Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu Anda adalah milik Anda, tetapi masa depan adalah milik kita."

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags