Jelang Sidang Umum MPR 1999 yang menjadi momen krusial dalam transisi demokrasi Indonesia, muncul fakta baru mengenai alasan B.J. Habibie tidak maju dalam pemilihan presiden. Amien Rais, yang saat itu menjabat Ketua MPR, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendorong Habibie untuk tetap mencalonkan diri, namun ditolak dengan alasan peluang menang yang tipis.
Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui kanal YouTube resminya, Amien Rais menceritakan bahwa ia bersama sejumlah tokoh menemui Habibie untuk memintanya maju dalam pemilihan. Namun, Habibie menolak dengan pertimbangan bahwa tekanan politik yang dihadapinya sangat kuat, bahkan dari partainya sendiri, Golkar.
"Ayo Pak dicoba dulu," kata Amien Rais saat itu, seperti dikutip dalam pernyataannya. Namun, Habibie tetap pada pendiriannya untuk tidak maju.
Padahal, meskipun masa kepresidenannya hanya berlangsung singkat, sekitar 1 tahun 5 bulan, Habibie dinilai berhasil membawa Indonesia keluar dari krisis ekonomi yang parah dan meletakkan fondasi demokrasi yang kuat di awal era Reformasi.
Pada akhirnya, Sidang Umum MPR 1999 memilih Abdurrahman Wahid sebagai presiden, setelah melalui proses pemilihan yang melibatkan tiga kandidat utama: B.J. Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan Abdurrahman Wahid sendiri. Habibie sendiri tidak sempat menjadi kandidat karena laporan pertanggungjawabannya tidak diterima di forum DPR/MPR.
Artikel Terkait
Prabowo: Indonesia Butuh Banyak Orang Pintar untuk Kuasai Sains dan Teknologi
Amien Rais: Korupsi di Era Jokowi Lepas Kendali, Kini Libatkan Lembaga Negara
IIFTIHAR dan detikcom Gelar Leaders Forum, Kenang Visi Habibie soal Iptek dan Imtaq
Amien Rais Sodorkan Letjen Kunto Arief Wibowo sebagai Calon Presiden 2029