Misteri menyelimuti kematian Sumarna (42), seorang petugas satuan pengamanan (satpam) objek vital Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat. Korban ditemukan tewas mengambang di perairan dengan kedua tangan masih terborgol.
Pihak keluarga mengaku merasa ada kejanggalan besar dan mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Borgol yang mengikat tangan korban diketahui merupakan perlengkapan resmi dinas miliknya.
Jasad Sumarna kini telah dievakuasi ke RS Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi forensik. Sebelumnya, jenazah sempat dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk pemeriksaan luar. Namun, Tim Inafis Polres Purwakarta memutuskan merujuk korban ke Bandung guna menguak penyebab pasti kematian yang dinilai tidak wajar.
Kondisi korban saat pertama kali ditemukan di Perairan Tanggul Hayat menimbulkan tanda tanya besar. Ocid, paman korban, membenarkan bahwa borgol yang terpasang di pergelangan tangan Sumarna adalah perlengkapan kerja yang biasa dibawa saat bertugas.
"Borgol itu memang alat kerja yang dibawa korban. Tapi sangat janggal, bagaimana bisa korban berada di dalam air dengan kondisi tangan terborgol seperti itu," ujar Ocid, Jumat (24/7/2026).
Ocid menambahkan, sejauh ini tidak ditemukan luka bekas kekerasan yang mencolok di fisik korban, selain bercak kebiruan di bagian bibir. Meski demikian, keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan medis teknis kepada tim dokter forensik.
Hingga kini, jajaran Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan lapangan dan mengumpulkan keterangan saksi sembari menunggu hasil resmi autopsi forensik. Keluarga berharap proses hukum berjalan transparan tanpa menyisakan misteri atas kematian Sumarna.
Artikel Terkait
Kebakaran Hebat Landa Area Belakang PT IGI di Purwakarta, 16 Unit Damkar Dikerahkan
Persib Bandung Taklukkan Sabah FC 3-0 di Dewata Challenge Series
Dedi Mulyadi Temui Keluarga Marbot Masjid yang Tewas Dibacok, Istri Ungkap Gelagat Pelaku
Marbot Masjid di Purwakarta Tewas Bersimbah Darah, Pelaku Diduga Sakit Hati