Kepala BGN Baru Kenang Masa Kecil: Makan Telur Ayam Peliharaan untuk Gizi

- Jumat, 24 Juli 2026 | 16:18 WIB
Kepala BGN Baru Kenang Masa Kecil: Makan Telur Ayam Peliharaan untuk Gizi

Sudaryono, yang akrab disapa Mas Dar, resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri. Ia dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (24/7) lalu.

Usai pelantikan, Sudaryono mengenang masa kecilnya. Ia bercerita berasal dari desa dan bukan dari kalangan kelas atas, namun selalu menjaga gizinya dengan banyak memakan telur dari ayam peliharaan keluarga. "Saya adalah orang yang lahir di desa, ibu saya memelihara ayam di rumah dan saya adalah efek dari makan bergizi. Mohon maaf, mungkin kami bukan orang kaya, tapi kami dari kecil biasa makan telur banyak karena kami pelihara ayam di rumah sehingga memang gizi itu penting," ucapnya di Istana Negara.

Sudaryono menegaskan pemenuhan gizi terhadap anak sangat penting. Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai tindakan nyata pemerintah untuk memberi gizi pada anak, bukan sekadar imbauan. "Ya gizi itu penting. Kadang-kadang orang itu melihat kenyangnya karena memang kemampuannya. Dan di sini adalah program MBG ini adalah sentuhan langsung program pemerintah yang langsung orang lapar dikasih makan, orang butuh gizi dikasih gizi. Tidak bisa kemudian hanya dikasih imbauan-imbauan," ucapnya.

Selain pemenuhan gizi, Sudaryono menegaskan program MBG bisa menyerap roda perekonomian lokal. Berkat MBG, besarnya APBN kini bergerak di tengah masyarakat. "Dan efeknya adalah dengan memberikan gizi, tapi efeknya adalah meng-absorb ekonomi lokal khususnya peternak, khususnya nelayan, khususnya kemudian petani kita di daerah. Ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Dana APBN yang besar itu kemudian beredar di desa-desa," tuturnya.

Sudaryono mengaku yakin dengan efek perekonomian tersebut karena tampak nyata selama dirinya menjadi Wakil Menteri Pertanian Kabinet Merah Putih. "Dan saya karena background saya adalah Wakil Menteri Pertanian dan selama dua tahun ini kemudian berada di Kementerian Pertanian, kami melihat langsung bagaimana efeknya, kami melihat langsung bagaimana manfaatnya kepada ekonomi kita di desa-desa yang dirasakan secara penuh oleh para masyarakat kita khususnya petani, peternak dan lain-lain," tegasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags