Adopsi AI di UMKM Berpotensi Sumbang Rp910 Triliun ke PDB

- Jumat, 24 Juli 2026 | 13:40 WIB
Adopsi AI di UMKM Berpotensi Sumbang Rp910 Triliun ke PDB

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan. Jika diadopsi secara luas, teknologi ini berpotensi menyumbang nilai tambah hingga ratusan triliun rupiah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Namun, tingkat adopsi AI di kalangan pelaku usaha kecil masih rendah. Data menunjukkan baru sekitar 14,5 persen UMKM yang memanfaatkan AI dalam operasional bisnis mereka.

Vice President Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, mengungkapkan bahwa jika bisnis kecil mengadopsi AI, teknologi ini diperkirakan menghasilkan nilai ekonomi tambahan sebesar Rp910 triliun. Nilai itu setara dengan hampir 4 persen dari total PDB Indonesia.

"Jika bisnis kecil mengadopsi AI, hal itu akan menghasilkan nilai tambah sebesar Rp910 triliun, yang mencakup hampir 4 persen dari PDB Indonesia," ujar Markham saat memberikan sambutan dalam acara digital Google di Jakarta, (23/7/2026).

Selain mendorong nilai tambah ekonomi, integrasi AI di sektor UMKM juga diproyeksikan menciptakan sekitar 500.000 lapangan kerja baru. Kehadiran teknologi ini tidak hanya menggantikan peran yang ada, tetapi juga melahirkan jenis pekerjaan, produk, dan layanan baru.

Markham menambahkan, ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan diproyeksikan terus tumbuh pesat dan berpotensi mencapai nilai USD340 miliar pada 2030, didorong oleh potensi populasi muda yang dinamis.

Untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital, Google mencatat telah melatih lebih dari 380.000 pelajar, pengajar, pengembang, hingga pelaku usaha kecil di seluruh negeri dalam tiga tahun terakhir. Langkah ini diambil untuk mempercepat transformasi ekonomi digital yang inklusif dan bertanggung jawab.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags