Polisi masih belum menemukan titik kebocoran yang menyebabkan ledakan pipa gas di Perumahan Grand Polonia, Medan, pada Senin (20/7) lalu. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara pada Kamis (23/7), penyebab pasti ledakan masih menjadi misteri.
"Hal ini kita sedang mencari tahu untuk mengetahui titik daripada kebocoran gas metana yang ada," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, di lokasi, Kamis (23/7). Pencarian akan dilanjutkan esok hari.
Kendala utama terletak pada panjangnya pipa yang seluruhnya tertanam di dalam dinding rumah. Kasubdit Fiskom Bid Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, menjelaskan bahwa untuk menemukan titik bocor, pihaknya harus membongkar seluruh tembok yang menjadi lokasi pipa.
"Pipa yang ada di sana sangat panjang dan semua ini tertanam di dalam tembok. Jadi kalau dikatakan apa kendalanya, ya kendalanya di sana," ujar Roy.
Polisi bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) telah melakukan uji kebocoran menggunakan alat Header Gas dengan kandungan CNG tabung 200 bar. Pengecekan dilakukan di tiga terminal, yakni di lantai 1 dan lantai 4, meliputi dua kompor gas dan genset. Namun, hasilnya belum menunjukkan titik kebocoran.
"Ada beberapa titik yang kita lakukan seperti di dapur lalu di genset dan di atas. Di terminal itu belum ditemukan, tapi ini kan persoalannya pipa ini panjang sekali. Ini baru hanya ujungnya gitu. Di situlah butuh waktunya kita karena semua tertanam di dalam tembok," imbuh Roy.
Pengecekan titik kebocoran dinilai krusial untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab. Roy menuturkan, penyelidikan akan merunut apakah ada kelalaian dalam pemasangan pipa gas.
"Jadi untuk siapa yang bertanggung jawab itu kan harus jelas dulu. Misalnya kalau anggap lah, kalau itu dikaret atau di persambungan. Nah itu apakah dari semula ini misalnya enggak standar pemakaian, nanti bisa dirunut. Apakah ini memang ada kelalaian dari yang membuat atau semacam itu. Jadi memang ini perlu ketika diketahui di mana titiknya untuk menentukan kira-kira ada yang harus bertanggung jawab enggak begitu," jelas Roy.
Ledakan terjadi pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Dugaan sementara pemicunya adalah kebocoran pipa gas yang tertanam di bawah perumahan. Tujuh orang menjadi korban, dengan empat orang selamat dan tiga orang tewas. Seluruh korban telah dievakuasi.
Artikel Terkait
Ledakan di Grand Polonia Medan Dipastikan Akibat Kebocoran Gas, Bukan Bom
Polda Sumut Akan Uji Kebocoran Pipa Gas di Rumah yang Meledak di Grand Polonia
Ledakan Rumah Mewah di Medan Dipicu Kebocoran Gas Metana, Tiga Tewas
Polisi Ungkap Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan Akibat Detonasi Gas Metana