Transjakarta resmi mengoperasikan rute baru Bus Open Top Tour bertajuk Jakarta Batavia, yang menghubungkan kawasan Kota Tua hingga Sarinah, Jakarta Pusat. Rute ini menjadi yang keempat dalam layanan wisata bus atap terbuka milik perusahaan transportasi publik tersebut.
Dalam uji coba pada Kamis (23/7), perjalanan dimulai dari House of Tugu di Kota Tua dan berakhir di Sarinah dengan waktu tempuh sekitar 50 menit. Selama perjalanan, penumpang tidak hanya menikmati pemandangan Ibu Kota dari bus tingkat tanpa atap, tetapi juga mendengarkan penjelasan mengenai sejarah, arsitektur, hingga keunikan jalan dan bangunan yang dilalui. Rute tersebut melewati kawasan bersejarah seperti Kota Tua, Glodok, Harmoni, hingga Sarinah.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan kehadiran rute baru itu merupakan bagian dari upaya menjadikan transportasi publik sebagai pengalaman wisata, bukan sekadar sarana mobilitas. “Dengan diluncurkannya layanan Jakarta Batavia ini, kini Transjakarta memiliki empat rute open-top tour yaitu Jakarta Skyline, Jakarta Heritage, Jakarta Explorer, serta Jakarta Batavia yang menyusuri jejak sejarah dari Sarinah hingga Kota Tua,” kata Rano kepada wartawan.
Menurutnya, masyarakat dapat menikmati sisi modern, sejarah, budaya, hingga perkembangan Jakarta hanya dalam satu perjalanan. “Kehadiran rute tersebut menunjukkan bahwa transportasi publik tidak hanya menjadi sarana mobilitas tetapi juga bagian pengalaman wisata Jakarta. Melalui open-top tour, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati sisi modern, sejarah, budaya hingga perkembangan Jakarta dalam satu layanan,” ujarnya.
Rano menambahkan, pengembangan wisata berbasis transportasi publik ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pariwisata Jakarta sekaligus menggerakkan perekonomian. “Saya mengajak masyarakat menikmati Jakarta dari perspektif yang berbeda, tidak hanya melihat kotanya tetapi juga memahami sejarah, budaya, dan identitasnya,” ucapnya.
Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap layanan Open Top Tour cukup tinggi. Menurutnya, empat rute wisata yang telah beroperasi selalu dipenuhi penumpang. “Open top tour kita sudah punya empat rute dan sampai saat ini seminggu sebelumnya sudah dibuka dan selalu sold out. Jadi selalu masih tinggi ya. Dan kita targetkan yang open dining juga sama karena cuma ada 30 kursi dalam satu perjalanan jadi kita targetkan itu juga akan full tiap perjalanannya,” tuturnya.
Bus Open Dining juga Diuji Coba
Dalam kesempatan yang sama, Transjakarta juga melakukan uji coba terhadap Bus Open Dining. Layanan tersebut akan dibuka untuk umum pada awal Agustus, sementara pemesanan sudah bisa dilakukan mulai 25 Juli melalui aplikasi Transjakarta.
Welfizon mengatakan Open Dining akan menggunakan bus dengan kapasitas 30 penumpang. “Tarif yang kita tawarkan Rp 500 ribu sudah termasuk dengan makanannya cukup lengkap mulai dari appetizer, main course sama dengan dessert-nya,” kata Welfizon. Ia juga menjelaskan, setiap hari akan tersedia dua hingga tiga perjalanan. Meski kapasitas penumpang belum penuh, bus tetap akan beroperasi sesuai jadwal. Selain menikmati hidangan, penumpang juga akan disuguhi pertunjukan musik biola serta cerita mengenai sejarah Jakarta dan lokasi-lokasi yang dilintasi.
Artikel Terkait
Rano Karno Pastikan Satpam Tak Dipecat Usai Cekcok dengan Sopir Alphard Penerobos Lampu Merah
Rano Karno Bantah Petugas Keamanan Bundaran HI Dipecat Usai Cekcok dengan Pengendara Alphard
Pelecehan Seksual di TransJakarta, Pelaku Diamankan Petugas
Pengguna Transportasi Umum Jakarta Tembus 230,8 Juta pada Triwulan II