Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Iran pada hari ke-11 operasi militer di kawasan. Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan bahwa target serangan meliputi hanggar pesawat, gudang drone, fasilitas maritim, dan infrastruktur logistik militer Iran.
Menurut Centcom, operasi ini bertujuan untuk mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz. Dalam tiga bulan terakhir, Iran disebut telah menyerang 30 kapal dagang yang melintas di jalur pelayaran internasional.
Sistem pertahanan udara Iran di wilayah Teheran kembali diaktifkan untuk merespons deteksi target musuh, seperti drone atau objek mencurigakan yang mendekati ibu kota. Aktivasi ini kerap dipicu oleh eskalasi ketegangan regional akibat serangan udara AS.
Di sisi lain, Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan berskala besar menggunakan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait. Serangan ini merupakan bagian dari tahap ke-21 Operasi Saeqeh. Iran menargetkan gudang amunisi dan pusat komando AS di Camp Doha, yang terletak di bagian barat Kuwait.
Camp Doha merupakan salah satu pangkalan militer AS terbesar dan terpenting di kawasan. Pangkalan ini berfungsi sebagai pusat dukungan bagi pasukan AS di Asia Barat sekaligus lokasi penempatan sejumlah besar peralatan militer utama.
Artikel Terkait
Pezeshkian: Saatnya Akhiri Perang, Iran di Posisi Kuat
Iran Siap Perluas Serangan ke Pangkalan AS di Eropa
Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi Tiga Pekan di Tengah Ketegangan AS-Iran
Trump Desak Iran Menyerah, Teheran Balas dengan Ejekan