Anak Pejabat Gayo Lues Flexing di Tengah Bencana, Sang Ayah Minta Maaf

- Kamis, 23 Juli 2026 | 10:42 WIB
Anak Pejabat Gayo Lues Flexing di Tengah Bencana, Sang Ayah Minta Maaf

Seorang wanita berinisial SZ di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan gaya hidup mewah atau flexing di media sosial. Video tersebut viral di tengah bencana banjir bandang dan longsor yang melanda daerah itu pada November 2025.

Dalam unggahannya, SZ memamerkan mobil Mitsubishi Pajero Sport dan sejumlah jerigen yang diduga berisi minyak solar. Ia juga mengunggah foto tiket pesawat ke luar negeri, seperti Korea, Inggris, Paris, dan Jerman, serta daftar harga mobil baru yang diincarnya. Salah satu caption-nya berbunyi, "Hidup kadang di Paris, Inggris, Jerman."

Belakangan diketahui SZ adalah anak dari Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, dr. Nevirizal. Menanggapi kontroversi tersebut, Nevirizal menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Atas nama seorang ayah dan pejabat publik, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Gayo Lues," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (23/7). Ia juga meminta maaf kepada pemerintah dan masyarakat Gayo. "Saya memohon maaf kepada pemerintah dan masyarakat yang merasa tersakiti. Ini memang merupakan ketidaksengajaan anak kami, mungkin karena pemikirannya belum sampai ke situ," tambahnya.

Nevirizal menjelaskan bahwa unggahan tersebut merupakan dokumentasi perjalanan keluarga pada pertengahan 2025, sebelum bencana alam terjadi. Saat itu, anak dan istrinya pergi ke Korea Selatan untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata. "Unggahan itu merupakan dokumentasi perjalanan tahun lalu. Anak dan istri saya pergi ke Korea Selatan pada pertengahan 2025 untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani pengobatan mata," jelasnya.

Hingga kini, unggahan tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial dan memicu tanggapan miring warganet. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues belum memberikan keterangan resmi terkait polemik ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags