Dea Arranoya, putri dari mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, dr. Nevirizal, akhirnya angkat bicara setelah aksi flexing-nya viral di media sosial. Dalam surat terbuka yang beredar Jumat (24/7), ia menyampaikan permintaan maaf dan mengakui perbuatannya sebagai kesalahan.
"Saya menyadari bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang tidak bijak. Saya memahami sepenuhnya bahwa tindakan saya tersebut dapat menyinggung dan melukai perasaan banyak orang, terutama di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit bagi sebagian besar masyarakat," tulis Dea dalam pernyataannya.
Ia juga menyesali unggahan yang menampilkan deretan jirigen berisi bahan bakar minyak (BBM), yang disebutnya sebagai postingan pada 9 Desember 2025. Dea menegaskan tidak mencari pembenaran atas tindakannya. "Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurangbijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial," lanjutnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Dea telah menghapus konten-konten terkait dari seluruh platform media sosialnya. Ia berkomitmen untuk introspeksi dan tidak mengulangi perbuatan serupa. "Saya berjanji akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar," ujarnya.
Surat permohonan maaf itu ditulis di Banda Aceh pada 22 Juli 2026. Dea berharap publik, khususnya masyarakat Gayo Lues, dapat memaafkan kesalahannya.
Artikel Terkait
KSP Tanggapi Pejabat Gayo Lues Mundur Usai Anak Flexing: Jadi Pelajaran
Banjir Landa Desa Cane Toa di Gayo Lues, Warga Dievakuasi
Anak Pamer Flexing di Medsos, Asisten I Gayo Lues Mundur dari Jabatan
Pejabat Gayo Lues Mundur Usai Anak Pamer Gaya Hidup Mewah di Medsos