Nanik Mundur demi Pengobatan Jantung, Sudaryono Ditunjuk sebagai Kepala BGN

- Kamis, 23 Juli 2026 | 05:54 WIB
Nanik Mundur demi Pengobatan Jantung, Sudaryono Ditunjuk sebagai Kepala BGN

Nanik Sudaryati Deyang resmi mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden Prabowo Subianto menyetujui permohonan tersebut dan menunjuk Sudaryono sebagai penggantinya.

“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” kata Nanik dalam keterangan yang diunggah di akun Facebooknya, Rabu (22/7).

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, penunjukan Sudaryono didasarkan pada berbagai pertimbangan. Posisi Kepala BGN tidak bisa dibiarkan kosong. “Dan kemudian sesegera mungkin untuk beliau memutuskan menunjuk penggantinya yang akan direncanakan untuk dilantik hari ini juga,” ujarnya.

Sudaryono dilantik Presiden Prabowo pada Rabu (22/7) di Istana Negara, Jakarta. Dengan pelantikan itu, ia tidak lagi menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Usai pelantikan, Sudaryono langsung mendatangi kantor BGN dan menyampaikan sejumlah pesan.

Tak Miliki SPPG

Sudaryono mengaku tidak memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Enggak ada, enggak ada. Enggak ada dan saya tidak punya SPPG. Saya tidak punya dapur,” kata Sudaryono. “Tidak ada keluarga saya yang punya dapur dan sebagainya,” sambungnya.

MBG Program dari Rakyat untuk Rakyat

Menurut Sudaryono, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang bersumber dari rakyat dan diperuntukkan bagi rakyat. Anggaran program tersebut juga berdampak pada perekonomian di desa. “Ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Dana APBN yang besar itu kemudian beredar di desa-desa,” katanya usai dilantik. Sebagai mantan Wamentan, ia mengaku telah melihat langsung dampak program MBG terhadap masyarakat, khususnya di pedesaan.

Langsung Kerja

Sudaryono tiba di gedung BGN sekitar pukul 17.09 WIB, disambut dua Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari dan Trenggono. Ia tidak banyak memberikan pernyataan kepada awak media dan mengatakan akan langsung bekerja serta menggelar rapat. “Jadi saya kira preskonnya cukup, ya. Saya juga sudah ngomong di Istana. Saya langsung kerja, saya datang ke kantor langsung rapat,” kata Sudaryono.

Benahi Tata Kelola

Sudaryono menegaskan pembenahan tata kelola menjadi prioritas menyusul berbagai persoalan di internal BGN. “Yang pertama begini ya, satu, bahwa kita sadar, kita mengakui, dan kita semua juga tahu bahwa ada masalah dalam tata kelola kita,” ujarnya saat memberikan keterangan pers usai memimpin rapat perdana. “Bahwa ada penyelewengan, ada pelanggaran hukum bahkan, dan juga ada hal-hal yang lain, ketidaktransparanan yang selama ini ada,” sambungnya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dibenahi. Ia menyampaikan arahan kepada seluruh jajaran BGN agar berani menghadapi persoalan, bukan menghindarinya. “Yang pertama saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan dan kita harus we have to run into the problem, kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah,” ujarnya. Proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat diserahkan kepada aparat penegak hukum, sementara pegawai lain diminta tetap bekerja optimal agar program MBG berjalan.

Media Ikut Awasi MBG

Sudaryono juga mengajak media dan masyarakat mengawasi pelaksanaan program MBG. Ia memastikan setiap laporan dugaan pelanggaran akan segera ditindaklanjuti. “Kalau ada misalnya dapur kok enggak benar misalnya, segera laporkan! Kita langsung investigasi. Kita ingin menegakkan, yang benar kita tegakkan,” tegasnya. Menurutnya, pengawasan publik penting untuk memperbaiki tata kelola BGN. Saat ditanya mengenai Dewan Pengawas BGN, ia menyebut media juga dapat berperan sebagai pengawas eksternal. “Dewan Pengawas saya belum dapat informasi lebih lanjut. Ada Dewan Pengawas tentu saja lebih baik. Ada Dewan Pengawas ditambah pengawas-pengawas swasta ini ya kan? Anda semua ini bisa juga menjadi pengawas. Kalau ada hal-hal yang enggak benar ya boleh untuk dilaporkan,” ujarnya.

Minta Pemberitaan MBG Berdasarkan Fakta

Sudaryono meminta seluruh pihak, terutama media, menyampaikan informasi mengenai MBG berdasarkan fakta. Ia menegaskan kritik terhadap program tersebut tetap diperlukan, tetapi tidak boleh disertai hoaks, fitnah, maupun misinformasi. “Saya tahu lah bahwa MBG, BGN ini tema yang besar. Kemudian ramai di mana-mana, di media maupun di socmed. Saya paham orang itu kemudian gampang sekali membuat sensasi dengan tema MBG. Gampang sekali kemudian jadi viral,” katanya. “Tapi maksud saya, seviral apa pun enggak ada masalah, tapi saya ingin itu kemudian diberitakan atau diposting kebenaran. Kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenarannya. Jangan sampai kemudian ada hoaks, ada fitnah, ada misinterpretasi, atau mungkin barangkali sabotase,” sambungnya. Ia menegaskan tidak anti terhadap kritik, namun ajakan menghentikan atau membubarkan BGN maupun MBG bukan ranah lembaganya. “Kalau misalnya ada yang atas nama kritik kemudian kritiknya sama dengan misalnya hentikan atau bubarkan MBG, bubarkan BGN, saya kira itu bukan kritik. Bukan ranah kami untuk menghentikan atau membubarkan BGN,” ucapnya.

Kalau Ada yang Ngaku Kerabat demi Proyek MBG, Laporkan ke Polisi

Sudaryono memberi peringatan keras kepada oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk memperoleh keuntungan dalam pelaksanaan MBG. Ia menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun yang mengaku sebagai kerabat, teman, maupun alumninya demi mendapatkan proyek. “Kalau ada orang yang ngaku-ngaku saudaranya Mas Dar lah, ngaku keluarga lah, ngaku teman lah, ngaku alumni lah, ngaku siapa pun, kemudian minta atensi, minta perlakuan khusus, minta duit, neken-neken internal kita, neken-neken SPPI, siapa pun itu yang melakukan tindakan yang tidak benar, saya tidak ada keseluruhannya,” tegasnya. Ia meminta agar masyarakat maupun pihak internal BGN segera melaporkan oknum tersebut kepada aparat penegak hukum. “Silakan laporkan saja ke pihak berwajib. Saya enggak akan, siapa pun itu saya enggak peduli,” kata Sudaryono. Ia menegaskan komitmennya untuk membenahi tata kelola BGN agar pelaksanaan MBG berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags