Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Targetkan Internet Cepat Merata

- Rabu, 22 Juli 2026 | 14:15 WIB
Komdigi Tetapkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Targetkan Internet Cepat Merata

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan pemenang seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz untuk tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital nasional.

Berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital, pemenang untuk pita 700 MHz adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), dan PT Indosat Tbk (ISAT). EXCL memperoleh hak atas blok 30 MHz (2x15 MHz) dengan penawaran Rp1,06 triliun. Sementara Telkomsel dan Indosat masing-masing mendapatkan 20 MHz (2x10 MHz) dengan penawaran Rp642,5 miliar dan Rp507,5 miliar.

Untuk pita 2,6 GHz, pemenangnya adalah Telkomsel, Indosat, dan EXCL. Telkomsel akan mengelola blok 80 MHz dengan penawaran Rp545,8 miliar, Indosat 60 MHz dengan Rp372 miliar, dan EXCL 50 MHz dengan Rp231,6 miliar.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan tambahan spektrum ini akan meningkatkan kapasitas jaringan seluler nasional. "Komdigi memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Sebagai bagian dari komitmen, para pemenang diwajibkan menghadirkan layanan 4G di 538 desa dan kelurahan yang saat ini belum memiliki sinyal atau lemah sinyal, tersebar dari Sumatera hingga Papua. "Kehadiran konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau," kata Meutya.

Selain itu, pemenang seleksi harus menyediakan layanan 5G minimal 51 persen cakupan populasi nasional pada tahun kelima. Kecepatan rata-rata mobile broadband ditargetkan mencapai 100 Mbps pada tahun 2029. Kombinasi pita 700 MHz yang andal menjangkau pelosok dan dalam bangunan, dipadukan dengan pita 2,6 GHz sebagai kapasitas utama, diyakini mampu mendukung target tersebut.

Meutya memastikan negara akan memperoleh nilai ekonomi dari pengelolaan spektrum ini. Potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diperkirakan mencapai Rp6 triliun pada tahap awal dan sekitar Rp29,9 triliun dalam 10 tahun ke depan.

Komdigi menegaskan proses seleksi berlangsung transparan dan memberikan kesempatan sama kepada seluruh peserta. Tahapan seleksi meliputi pengumuman, pemberian penjelasan dan simulasi, evaluasi administrasi, lelang harga secara elektronik melalui sistem e-auction, pengumuman hasil, hingga masa sanggah sebelum penetapan pemenang. Penetapan ini bersifat final dan mengikat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags