Lima pejabat baru Badan Gizi Nasional (BGN) resmi diperkenalkan dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Selasa (21/7). Mereka diangkat melalui Keputusan Presiden sesuai Pasal 59 Peraturan Presiden Nomor 83 tentang Badan Gizi Nasional yang mengatur pejabat tinggi madya dapat ditunjuk langsung oleh Presiden.
Wakil Kepala BGN sekaligus juru bicara BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan kelima pejabat tersebut akan mengisi posisi strategis di lingkungan BGN. Mereka adalah Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, Mariman Darto sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, serta Ketut Sumedana sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan.
Lili Khamiliyah sebelumnya menjabat Kepala Biro dan Keuangan BGN. Ia memiliki pengalaman di Kementerian Keuangan, termasuk sebagai Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V (2023-2025) dan KPPN Cirebon (2021-2023). Lulusan S1 Ekonomi Universitas Islam Indonesia, S2 Fisip Universitas Padjadjaran, dan S3 Manajemen Universitas Pendidikan Indonesia ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola BGN.
Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea berasal dari Kementerian Kesehatan, di mana ia pernah menjabat Direktur Penyakit Menular dan Direktur Pengelolaan Imunisasi pada tahun 2025. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang juga meraih gelar Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia ini akan mengawasi sistem dan tata kelola BGN.
Zainuri, lulusan Akuntansi STAN, ditunjuk sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran. Ia pernah menjabat Kepala Perwakilan BPKP Papua Barat (2021-2023), Kepala Perwakilan BPKP Papua (2023-2024), dan Kepala Biro Keuangan BPKP.
Mariman Darto, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, merupakan lulusan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang dan S2 Perencanaan dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia, serta S3 Ilmu Manajemen Universitas Mulawarman. Ia sebelumnya menjabat Kepala Pusat Pengembangan Kader ASN di Lembaga Administrasi Negara dan Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ketut Sumedana, jaksa senior dengan pengalaman 28 tahun di Kejaksaan Agung, kini menjabat Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan. Pria kelahiran Buleleng, 25 Agustus 1974 ini pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Bantul, dan Gianyar, serta bertugas di KPK sebagai penyelidik, penyidik, penuntut umum, dan Kasatgas Penuntutan. Ia juga pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung sebelum ditugaskan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali pada 2024.
Artikel Terkait
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional, Bocorkan Sosok Pengganti
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mundur karena Sakit Jantung, Harta Rp6,3 Miliar
Stres Kelola Anggaran Rp229 Triliun, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur karena Sakit Jantung
Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN Berbasis Pengawasan, Disebut Calon Kuat Pengganti Nanik S Deyang