Di tengah hiruk-pikuk selebrasi kemenangan, Lamine Yamal memilih berlutut di lapangan. Penyerang timnas Spanyol berusia 19 tahun itu menundukkan kepala, berdoa dengan khusyuk. Momen itu terekam kamera dan langsung viral di media sosial, menuai pujian dari berbagai kalangan.
Yamal dikenal sebagai pemain muda yang religius. Meski baru berusia 19 tahun, ia telah menjuarai Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia. Prestasi gemilang itu tidak membuatnya larut dalam euforia. "Semua atas izin Allah," tulisnya dalam unggahan di media sosial seusai pertandingan.
Di balik kesuksesannya, ada sosok Xavi Hernandez yang menjadi penemu bakatnya. Pelatih asal Spanyol itu adalah orang pertama yang memberikan Yamal debut di tim utama FC Barcelona pada usia 15 tahun. Keputusan berani Xavi itu menjadi titik balik karier sang pemain.
Sejak kecil, bakat Yamal sudah terpantau oleh pemandu bakat dan pelatih akademi La Masia. Namun, Xavi-lah yang berani mempromosikannya langsung ke tim utama. Langkah itu terbukti tepat. Yamal berkembang pesat dan menjadi andalan Barcelona serta timnas Spanyol.
Banyak yang membandingkan Yamal dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Publik berharap ia bisa terus melesat seperti dua pendahulunya itu. "Semoga Lamine Yamal bermain hingga usia 40 tahun," doa seorang penggemar di media sosial.
Yamal lahir pada 13 Juli 2007, berzodiak Cancer. Ia kerap disebut sebagai pemain yang rendah hati dan tidak lupa diri. Momen berdoa di tengah lapangan setelah pertandingan menjadi bukti kedewasaannya di usia muda.
Artikel Terkait
Dari Desa Kecil ke Panggung Dunia: Kisah Pau Cubarsi, Bek Muda Spanyol yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Lamine Yamal Rajai Statistik Dribel Piala Dunia 2026
Spanyol Kampiun, Jerman Tergeser dari 10 Besar Ranking FIFA
Kekalahan Argentina dari Spanyol Picu Kritik atas Permainan Keras dan Kericuhan