Pemerintah Klaim Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses, Masa Tunggu Dipangkas Jadi 26 Tahun

- Selasa, 23 Juni 2026 | 07:35 WIB
Pemerintah Klaim Penyelenggaraan Haji 2026 Sukses, Masa Tunggu Dipangkas Jadi 26 Tahun

Pemerintah menyatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M berjalan lancar, aman, dan sukses. Klaim tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, yang menilai tahun ini menjadi catatan sejarah baru bagi Indonesia dalam pengelolaan ibadah haji. Untuk pertama kalinya, seluruh rangkaian ibadah haji dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang baru dibentuk pada tahun 2025.

“Alhamdulillah, amanah besar ini berhasil kita selenggarakan dengan sangat baik,” ujar Qodari, Selasa (23/6/2026).

Sebanyak 220.247 jamaah haji reguler telah menyelesaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Saat ini, para jamaah tengah dalam proses perjalanan kembali ke tanah air untuk bertemu kembali dengan keluarga. Kelompok terbang atau kloter terakhir kepulangan jamaah haji 2026 dijadwalkan tiba di Indonesia pada 1 Juli.

Qodari menegaskan, kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari kerja keras dan berbagai terobosan nyata yang telah dilakukan sejak sebelum keberangkatan. Terobosan itu dimulai dari pengurusan visa yang jauh lebih cepat hingga pembagian Kartu Nusuk sejak di tanah air. Kartu Nusuk merupakan identitas digital jamaah haji yang berfungsi memudahkan identifikasi selama di Tanah Suci, mempercepat akses layanan haji, serta membantu pelacakan dan pendampingan apabila jamaah terpisah dari rombongan di Arab Saudi.

Di sisi lain, pemerintah juga mengoptimalkan layanan fast track atau Makkah Route untuk mempercepat proses keimigrasian. Dengan layanan ini, jamaah tidak perlu antre panjang saat tiba di bandara Jeddah dan Madinah. Peningkatan kualitas yang signifikan juga dilakukan pada layanan penginapan, hidangan makanan, hingga armada transportasi.

“Komitmen pemerintah sangat jelas, prioritas pemerintah adalah kenyamanan, ketertiban, dan kebahagiaan para jamaah selama beribadah,” kata Qodari.

Kebahagiaan atas kesuksesan ini turut dirasakan langsung melalui cerita para jamaah yang telah kembali. Salah satunya adalah M. Arsad, jamaah lansia berusia 75 tahun dari Jakarta yang telah menanti selama 12 tahun untuk menunaikan ibadah haji.

Meski menuai sukses, pemerintah menegaskan tidak ingin berpuas diri. Di bawah perhatian khusus dan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, pemerintah saat ini tengah menyiapkan langkah strategis jangka panjang. Salah satu capaian yang telah diraih adalah pemangkasan masa tunggu haji yang sebelumnya mencapai 47 tahun, kini diseragamkan menjadi 26 tahun.

“Capaian ini mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo. Namun, Presiden menilai upaya tersebut perlu terus dilanjutkan. Karena itu, Presiden menginstruksikan kementerian dan lembaga terkait untuk menyusun mekanisme serta mencari berbagai alternatif solusi agar masa tunggu haji dapat dipersingkat lebih lanjut,” jelas Qodari.

Qodari optimistis penyelenggaraan haji Indonesia ke depan akan semakin baik berkat fondasi kuat yang telah dibangun tahun ini. “Kami optimistis penyelenggaraan ibadah haji ke depan akan semakin baik, semakin nyaman, dan semakin membawa berkah bagi bangsa kita. Terima kasih atas dukungan, doa, dan kerja sama dari seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar