Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo untuk mengambil peran aktif dalam program hilirisasi pertanian dan swasembada pangan nasional dengan mengubah lahan kampus seluas 50 hingga 100 hektare menjadi kawasan produktif. Ajakan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri acara Silaturahim dan Tausiyah Swasembada Pangan yang mengangkat tema urgensi hilirisasi dan inovasi terapan berbasis ekoteologi di kampus setempat, Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurut Amran, perguruan tinggi memegang posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Ia menilai kampus tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi muda yang menciptakan usaha produktif dan menggerakkan ekonomi masyarakat. “IAIN bangunkan pemuda, bangunkan lahan 50-100 hektare, jangan biarkan lahan tidur. Anda pasti bisa berhasil,” ujarnya.
Amran menjelaskan bahwa lahan kampus yang selama ini tidak dimanfaatkan dapat diubah menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus membangun usaha pertanian. Lahan tersebut, kata dia, dapat ditanami jagung dengan dukungan alat dan sarana dari Kementerian Pertanian. Ia bahkan menghitung potensi ekonominya secara gamblang. “Kalau 100 hektare kali 10 ton jagung, bisa Rp5 miliar penghasilannya. Dua kali tanam Rp10 miliar per tahun. Pertanyaannya mau atau tidak,” katanya.
Di sisi lain, Amran menekankan bahwa hilirisasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Ia mencontohkan kelapa yang selama ini banyak dijual dalam bentuk bahan mentah, padahal dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang bernilai lebih tinggi. “Kelapa yang kita tanam, kalau dihilirisasi menjadi berbagai produk seperti santan dan produk turunannya, nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat. Inilah yang akan mengangkat ekonomi bangsa,” ucapnya.
Menurut Amran, hilirisasi komoditas strategis seperti kelapa, sawit, dan gambir memiliki potensi ekonomi yang besar. Jika dikelola dengan serius, sektor ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Ia juga menyebut bahwa cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto adalah mewujudkan kedaulatan pangan dan energi nasional. Langkah itu antara lain dilakukan melalui penghentian impor beras dan pengembangan biodiesel berbasis sawit. “Stok pangan kita saat ini mencapai 5,2 juta ton, tertinggi sejak Indonesia merdeka. Tahun 2023-2024 kita impor 7 juta ton, tiba-tiba hentikan impor dan itulah Presiden Bapak Prabowo,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Amran memaparkan program Brigade Pangan yang telah melibatkan sekitar 60 ribu pemuda dan ditargetkan menjangkau 100 ribu orang. Ia menegaskan bahwa generasi muda perlu diberi ruang dan dukungan konkret agar tertarik masuk ke sektor pertanian. “Tidak mungkin anak muda turun ke sawah kalau tidak menguntungkan. Karena itu kami siapkan satu paket lengkap melalui Brigade Pangan. Saat ini sudah terbentuk sekitar 4.000 brigade dengan 60 ribu pemuda, target kami 100 ribu,” jelasnya.
Amran juga meminta para dosen untuk membentuk karakter mahasiswa melalui disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Menurutnya, keberhasilan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang dan penggemblengan yang kuat. “Kalau mau membangun suatu bangsa, bangunlah karakternya. Mimpi besar, bertindak besar, konsisten dan persisten. Tidak berubah nasib kalau kita tidak berubah,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Ahmad Faisal, menyatakan bahwa hilirisasi sejalan dengan visi pengembangan kampus. Ia menyebut bahwa pihaknya tengah menyiapkan kawasan pendidikan yang dapat diintegrasikan dengan sektor pertanian produktif. “Kami menuju kampus hilirisasi. Hilirisasi bukan sekadar proyek ekonomi, tetapi proyek peradaban yang akan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pengembangan lahan kampus menjadi kawasan pertanian produktif diharapkan dapat mempertemukan dunia akademik, inovasi, dan kebutuhan pangan nasional. Dengan keterlibatan mahasiswa secara langsung, program ini juga diarahkan menjadi ruang lahirnya pelaku muda pertanian yang siap memperkuat swasembada pangan di masa depan.
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa Upayakan Penangguhan Penahanan Jelang Pelimpahan ke Kejaksaan
Iran Tutup Selat Hormuz, AS Siaga Penuh di Jalur Pelayaran Strategis
Tim Pemkot Bogor Juarai Padel Battle Persahabatan Lawan Black Cats di Dream Padel
Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usaha Salip di Jombang