Tiongkok Peringatkan Israel agar Tak Halangi Implementasi Kesepakatan Iran-AS

- Jumat, 19 Juni 2026 | 07:15 WIB
Tiongkok Peringatkan Israel agar Tak Halangi Implementasi Kesepakatan Iran-AS

Pemerintah Tiongkok mengeluarkan peringatan keras kepada Israel agar tidak menghalangi implementasi Nota Kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat, seraya mendesak semua pihak untuk mengambil langkah konkret guna mendukung perdamaian regional. Peringatan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Barat dan Teluk Persia, di mana Beijing secara eksplisit meminta Israel untuk tidak merusak proses perdamaian yang baru saja dimulai.

Beijing pada Kamis menyambut baik penandatanganan memorandum tersebut dan menegaskan kembali dukungannya terhadap stabilitas di Asia Barat dan kawasan Teluk Persia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, secara khusus menanggapi kekhawatiran atas fase pertama perjanjian serta putaran negosiasi selanjutnya antara Teheran dan Washington.

“Pada tahap kritis ini, pihak-pihak terkait, termasuk Israel, perlu mengikuti tren perdamaian dan stabilitas yang dominan di kawasan ini dan berbuat lebih banyak untuk membantu Iran dan AS mengimplementasikan kesepakatan tersebut dan mempromosikan negosiasi tahap kedua, bukan sebaliknya,” kata Jian, seperti dikutip media internasional, Jumat 19 Juni 2026.

Diplomat Tiongkok tersebut selanjutnya menekankan sifat strategis hubungan antara Beijing dan Teheran, menggambarkan kedua negara sebagai mitra lama yang berkomitmen untuk memperdalam kerja sama. “Sebagai mitra strategis komprehensif Iran, Tiongkok siap untuk mengkonsolidasi dan memperdalam kepercayaan timbal balik politik dengan Iran, meningkatkan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, dan memajukan kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Iran,” ujar Lin Jian.

Pernyataan Beijing ini mencerminkan meningkatnya dukungan internasional terhadap MoU Iran-AS sekaligus penentangan terhadap setiap upaya yang dinilai dapat melemahkan implementasinya. Memorandum 14 poin yang ditandatangani dari jarak jauh oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump pada Kamis pagi menyerukan penghentian permanen permusuhan di semua front, termasuk Lebanon.

Kesepakatan tersebut juga mencakup pengecualian ekspor minyak, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran dalam waktu 30 hari, serta pemulihan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Di samping itu, perjanjian memuat rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi untuk Iran senilai setidaknya 300 miliar dolar AS, pencabutan sanksi, pelepasan aset Iran yang dibekukan, dan komitmen Iran yang diperbarui untuk tidak mengembangkan senjata nuklir sementara negosiasi mengenai persediaan uranium yang diperkaya terus berlanjut.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar