Kementerian Luar Negeri Rusia memberikan sambutan positif terhadap penandatanganan Nota Kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang bertujuan untuk mengakhiri konflik militer di antara kedua negara. Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis, 18 Juni 2026, Moskow secara eksplisit mendukung kesepakatan yang dicapai secara jarak jauh oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
"Kami menyambut kesepakatan yang dicapai secara jarak jauh oleh presiden kedua negara, Donald Trump dan Masoud Pezeshkian, untuk mengakhiri konflik militer antara AS dan Iran. Kami mencatat komitmen kuat yang ditunjukkan Washington dan Tehran untuk secara ketat mematuhi ketentuan yang telah disepakati," demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.
Dalam kesempatan yang sama, Rusia menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat dalam konflik mematuhi kesepakatan yang telah ditandatangani dan menghindari segala bentuk tindakan yang berpotensi memicu kekerasan baru. Moskow juga memberikan apresiasi terhadap peran mediasi yang dilakukan oleh Pakistan dan Qatar dalam memfasilitasi tercapainya kesepakatan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan pentingnya bagi semua pihak untuk menjalankan seluruh poin kesepahaman yang telah diraih selama proses negosiasi. Selain itu, mereka meminta agar setiap negara menahan diri dari langkah-langkah yang dapat meningkatkan ketegangan di kawasan, termasuk di Lebanon. Menurut pandangan Moskow, terciptanya perdamaian antara AS dan Iran berpotensi memulihkan kepercayaan antarnegara di kawasan Teluk Persia serta membuka kembali jalur pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz.
"Kami berharap terciptanya perdamaian akan membantu memulihkan kepercayaan dalam hubungan antarnegara di kedua sisi Teluk Persia, serta memungkinkan kembali berlangsungnya pelayaran yang aman dan tanpa hambatan melalui Selat Hormuz," ungkap pernyataan tersebut.
Rusia juga menilai bahwa kondisi damai ini dapat berkontribusi dalam mengurangi volatilitas di pasar energi dan pangan global. Di sisi lain, Moskow menyambut penegasan kembali komitmen Iran terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir di tengah kritik internasional yang masih ditujukan pada program nuklir negara tersebut. Meskipun demikian, Rusia tetap menyatakan dukungannya terhadap hak Iran untuk mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai.
"Kami menyatakan kesiapan untuk terus memberikan dukungan diplomatik yang berarti bagi upaya yang bertujuan menciptakan stabilitas yang berkelanjutan dan jangka panjang di Timur Tengah," demikian penutup pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.
Artikel Terkait
Ketua KPU Sulsel Dukung Prancis Juara Piala Dunia 2026, Sebut Kekalahan Final 2022 Hanya Penundaan
Polisi: Laporan Perampokan di Menteng Palsu, Ternyata Percobaan Pembunuhan oleh Rekan Kerja
Roy Suryo dan Dokter Tifa Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Dilimpahkan ke Kejaksaan
Insentif Guru Madrasah Non-ASN Rp1,5 Juta per Bulan Mulai Cair Akhir Juni 2026