PSI Bantah Tudingan PDIP soal Jokowi Ajak Kader Pindah Partai

- Kamis, 18 Juni 2026 | 13:25 WIB
PSI Bantah Tudingan PDIP soal Jokowi Ajak Kader Pindah Partai

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, membantah tudingan yang dilontarkan Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, mengenai dugaan ajakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kepada kader PDIP untuk pindah ke PSI. Bestari menegaskan bahwa keputusan untuk berpindah partai politik merupakan hak pribadi setiap individu yang tidak bisa diintervensi oleh pihak mana pun.

“Ini, catat baik-baik ya, bahwa berada atau tidak berada di dalam satu partai politik yang mana pun itu, itu murni hak privat,” ujar Bestari setelah bertemu dengan Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, pada Kamis (18/6/2026). Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons langsung atas tuduhan yang sebelumnya disampaikan oleh Deddy Sitorus di hadapan publik.

Dalam kesempatan yang sama, Bestari juga melontarkan kritik balik kepada PDIP. Menurutnya, sebagai partai besar yang telah lama berkecimpung dalam politik nasional, PDIP seharusnya lebih memahami aturan main terkait hak politik warga negara. Ia menyayangkan jika partai berlambang banteng tersebut justru mempermasalahkan hal yang dianggapnya sudah menjadi prinsip dasar demokrasi.

“Jadi saya... mbok ya PDIP ini partai gede, masa yang begituan aja ndak paham to. Begitu lho,” ucapnya dengan nada tegas.

Sementara itu, Bestari secara terbuka mengajak kader PDIP yang merasa bingung atau kurang memahami persoalan ini untuk berdiskusi langsung dengannya. Ia menegaskan bahwa dialog langsung akan memberikan pemahaman yang lebih jelas dibandingkan sekadar saling melempar tuduhan di ruang publik.

“Tolong disampaikan, kalau misalnya memang ingin jauh lebih paham, ya kader PDIP yang ngomong itu suruh ketemu saya ya, biar saya kasih paham,” tegas Bestari menutup pernyataannya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar