Trump Akui Pemerintah AS Bekukan Aset Iran dan Wajib Kembalikan Dana ke Teheran

- Kamis, 18 Juni 2026 | 11:45 WIB
Trump Akui Pemerintah AS Bekukan Aset Iran dan Wajib Kembalikan Dana ke Teheran

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui bahwa pemerintahannya telah membekukan sejumlah besar aset keuangan milik Iran dan kini berkewajiban untuk mengembalikan dana tersebut ke Teheran. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers di Prancis, tak lama setelah penutupan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.

Trump mengonfirmasi bahwa dana milik Iran tersebut saat ini masih berada di bawah kendali otoritas Amerika Serikat. “Kita telah mengambil banyak uang mereka, dan kita memegang uang mereka,” ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Trump, dana yang dibekukan pada periode waktu tertentu itu pada prinsipnya bukanlah milik Amerika, melainkan hak kedaulatan Iran. Ia menekankan bahwa pengembalian dana tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kredibilitas mata uang dolar di mata investor global. “Itu bukan uang kita, itu uang mereka, dan kita membekukannya pada suatu titik waktu tertentu. Saya rasa kita harus mengembalikannya. Jika tidak, tidak akan ada orang yang mau berinvestasi dalam dolar lagi,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah dinamika diplomatik yang memanas antara kedua negara. Sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani langsung oleh Trump dan secara digital oleh Presiden Iran pada hari Minggu lalu. Dokumen tersebut memuat poin penghentian operasi militer di semua lini serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Kesepakatan ini sekaligus membuka jalan bagi perundingan lanjutan terkait program nuklir Iran yang dikaitkan dengan pelonggaran sanksi ekonomi. Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat ini di Swiss.

Berdasarkan draf perjanjian, Amerika Serikat bersama mitra regional berkomitmen menyusun rencana definitif yang disepakati bersama. Mereka menyiapkan dana minimal 300 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp5.300 triliun, untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran. Namun, Trump menegaskan bahwa dana tersebut tidak akan dikucurkan secara cuma-cuma. Pencairan hanya akan dilakukan jika pihak Iran mematuhi seluruh koridor kesepakatan dan membuka ruang investasi bagi publik.

“Kita tidak menaruh uang secara langsung. Hanya jika mereka melakukan hal-hal dengan benar. Jika orang-orang ingin berinvestasi, mereka dapat berinvestasi. Mereka memiliki dana 300 miliar dolar. Ini hanya jika mereka melakukan hal-hal dengan benar,” urainya.

Trump juga mengingatkan publik untuk melihat skala kerugian besar yang telah dialami Iran akibat konflik bersenjata yang berkepanjangan. “Ingat ini juga, ketika Anda berbicara tentang miliaran dolar, mereka telah mengalami kerusakan senilai jauh lebih dari satu triliun dolar,” katanya, menyoroti dampak kehancuran infrastruktur di negara tersebut.

Mengenai prospek realisasi pelonggaran sanksi ekonomi, Trump mengatakan langkah positif itu akan segera terwujud begitu Teheran menunjukkan perubahan perilaku yang kooperatif. “Sesuatu akan terjadi segera setelah mereka berperilaku baik,” cetusnya singkat.

Berdasarkan dokumen nota kesepahaman yang terdiri dari 14 poin dan dirilis oleh pemerintah AS, Washington berkomitmen untuk mengakhiri segala jenis sanksi terhadap Iran sesuai jadwal yang disepakati dalam perjanjian final. Poin tersebut mencakup pembatalan resolusi Dewan Keamanan PBB, resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta seluruh sanksi unilateral dari AS, baik sanksi primer maupun sekunder.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar