Afghanistan Kirim Bantuan ke Gaza, Bukti Solidaritas di Tengah Keterbatasan
KABUL Perekonomian mereka memang terpuruk. Tapi, kondisi itu sama sekali tak menghalangi Afghanistan untuk mengulurkan tangan. Negara yang dilanda konflik bertahun-tahun ini justru mengirimkan bantuan kemanusiaan besar-besaran ke Gaza, wilayah yang juga sedang berjuang.
Bantuan seberat 530 ton itu dikirim melalui Penyeberangan Rafah di Mesir. Menurut Kementerian Informasi Afghanistan, semua barang mulai dari kebutuhan pokok, pakaian, hingga peralatan penting dibeli langsung di Mesir sebelum akhirnya dikirim ke seberang perbatasan.
Nilai totalnya mencapai setengah juta dolar AS, atau kalau dirupiahkan sekitar Rp 8,6 miliar. Bantuan tersebut didistribusikan untuk menopang sekitar 22.000 kepala keluarga di tengah kepungan konflik yang tak kunjung reda.
Pemerintah yang kini dipimpin Taliban juga tak lupa menegaskan sikapnya. Mereka dengan keras mendukung penyelesaian isu Palestina yang mengacu pada fakta sejarah. Hak-hak sah rakyat Palestina, kata mereka, harus dikembalikan.
Konflik di Gaza sendiri sudah memakan korban yang sukar dibayangkan. Sejak serangan dimulai pada Oktober 2023, data mencatat sedikitnya 72.336 jiwa melayang. Mayoritas adalah anak-anak dan perempuan. Korban luka pun tak kalah banyak: lebih dari 172.000 orang.
Gencatan senjata sebenarnya sudah diberlakukan mulai 10 Oktober 2025. Namun begitu, situasi di lapangan tak serta merta aman. Serangan darat dan udara Israel masih terus terjadi, menghantam wilayah kantong yang sudah porak-poranda itu.
Ironisnya, bahkan dalam masa gencatan senjata sekalipun, korban masih berjatuhan. Tak kurang dari 757 orang tewas dan 2.111 lainnya luka-luka dalam periode yang seharusnya jadi momen tenang itu. Sebuah fakta yang menyayat hati.
Jadi, aksi Afghanistan ini lebih dari sekadar pengiriman barang. Ini adalah pernyataan politik yang nyata, sekaligus bukti bahwa solidaritas kadang justru datang dari tempat yang paling tak terduga.
Artikel Terkait
Investasi Global AI Tembus Rp10.300 Triliun pada 2025, Melonjak 129,9 Persen
Presiden Prabowo Hadiri Upacara Persemayaman Ryamizard Ryacudu di Kemhan
IMF, Bank Dunia, dan IEA Peringatkan Krisis Pasokan Minyak Akibat Terganggunya Selat Hormuz
Iran: Pembicaraan dengan AS Masih Berlangsung, Belum Ada Titik Terang Kesepakatan